Please note that Tapas no longer supports Internet Explorer.
We recommend upgrading to the latest Microsoft Edge, Google Chrome, or Firefox.
Home
Comics
Novels
Community
Mature
More
Help Discord Forums Newsfeed Contact Merch Shop
Publish
Home
Comics
Novels
Community
Mature
More
Help Discord Forums Newsfeed Contact Merch Shop
__anonymous__
__anonymous__
0
  • Publish
  • Ink shop
  • Redeem code
  • Settings
  • Log out

I I am The DeVil

Bab 2 "Malam Pembunuhan

Bab 2 "Malam Pembunuhan

Jun 14, 2024

Malam telah tiba, dan Kota Deszip mulai tenggelam dalam kegelapan. Zero duduk di ruangannya, menatap layar komputernya dengan khawatir. Dia masih belum menemukan petunjuk yang cukup untuk menyelesaikan kasus pembunuhan yang sedang dia selidiki.

Tiba-tiba, teleponnya berdering. "Zero, ada panggilan darurat! Kami memiliki laporan tentang serangan di daerah pinggiran kota," ujar seorang petugas melalui telepon.

Zero segera merespons, "Saya akan segera ke sana."

Dia mengambil senjatanya dan bergegas meninggalkan kantor polisi. Di perjalanan menuju lokasi, kegelapan malam mulai merasuki pikirannya. Sebuah perasaan gelap dan misterius mulai menyelimuti dirinya.

Sesampainya di lokasi, Zero melihat pemandangan mengerikan. Seorang korban tergeletak di jalanan dengan luka-luka yang parah. Petugas lainnya sibuk mengamankan area kejahatan.

Zero memeriksa tubuh korban dan merasa sesuatu yang aneh. Dia merasakan kegelisahan yang tidak biasa, seperti ada yang menggerakkan dirinya dari dalam.

Tiba-tiba, suasana hatinya berubah. Zero tidak lagi merasa sebagai dirinya sendiri. Sebuah dorongan kuat mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang tidak biasa baginya.

Dia meraih pisau yang tergeletak di dekat korban dan, tanpa ragu, mulai melancarkan serangan kejam. Setiap gerakan pisau dipandu oleh kekuatan yang tak terkendali.

Ketika dia selesai, Zero kembali sadar akan perbuatannya. Dia menatap tumpukan luka yang telah dia sebabkan, terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.

"Demi Tuhan, apa yang sudah aku lakukan?" gumamnya dalam kepanikan.

Zero menyadari bahwa dia telah berubah menjadi sosok yang tidak dikenalnya sendiri, seorang pembunuh berantai yang kejam. Namun, di balik ketakutan dan kebingungannya, dia tidak bisa menolak dorongan itu. Sesuatu yang gelap dan ganas telah bangkit dari dalam dirinya, menguasai setiap gerakannya.

Zero kembali ke kantor polisi dengan hati yang berat. Bayangan perbuatannya yang mengerikan masih menghantuinya. Dia mencoba membuang pikiran-pikiran gelap itu saat dia memasuki ruangannya.

Namun, ketika dia duduk di depan komputernya, gambaran korban dan darah yang mengalir masih terpampang jelas di benaknya. Dia mencoba memusatkan perhatiannya pada kasus pembunuhan yang masih belum terpecahkan.

Helen melangkah masuk ke dalam ruangan, membawa secangkir kopi hangat untuk Zero. "Ini untukmu, Zero. Kamu terlihat butuh istirahat."

Zero tersenyum lemah pada Helen, merasa bersyukur atas kehadirannya. "Terima kasih, Helen. Saya memang butuh ini."

Mereka berdua duduk bersama, sambil meneliti kembali bukti-bukti yang sudah mereka kumpulkan. Namun, tidak ada yang bisa menghilangkan ketegangan yang terus menghantui pikiran Zero.

"Saya merasa ada yang tidak beres dengan diri saya, Helen," ucap Zero akhirnya, suaranya penuh dengan kegelisahan. "Ketika malam tiba, saya merasa seperti menjadi seseorang yang lain, seseorang yang kejam dan mengerikan."

Helen mengangkat alisnya, heran. "Apa maksudmu, Zero? Kamu selalu menjadi orang yang baik dan bertanggung jawab."

Zero menarik nafas dalam-dalam, mencoba menjelaskan perasaannya. "Saya tahu terdengar gila, tapi saya yakin saya melakukan sesuatu yang mengerikan malam ini. Saya merasa seperti kehilangan kendali atas diri saya sendiri."

Helen meletakkan tangannya di pundak Zero dengan penuh kepedulian. "Kamu pasti hanya lelah dan stres, Zero. Mungkin kamu perlu istirahat yang cukup dan waktu untuk merilekskan pikiranmu."

Meskipun Helen mencoba menenangkan dirinya, Zero masih merasa khawatir. Apakah dirinya benar-benar telah menjadi pembunuh yang mengerikan yang dia takuti? Ataukah ini hanya ilusi yang diciptakan oleh pikirannya yang kacau?

andevkermiuzirs
al.aththar

Creator

Comments (0)

See all
Add a comment

Recommendation for you

  • The Sum of our Parts

    Recommendation

    The Sum of our Parts

    BL 8.8k likes

  • The Spider and the Fly

    Recommendation

    The Spider and the Fly

    Drama 4.2k likes

  • Blood Moon

    Recommendation

    Blood Moon

    BL 47.9k likes

  • Arna (GL)

    Recommendation

    Arna (GL)

    Fantasy 5.6k likes

  • What Makes a Monster

    Recommendation

    What Makes a Monster

    BL 76.6k likes

  • Earthwitch (The Voidgod Ascendency Book 1)

    Recommendation

    Earthwitch (The Voidgod Ascendency Book 1)

    Fantasy 3k likes

  • feeling lucky

    Feeling lucky

    Random series you may like

I I am The DeVil
I I am The DeVil

447 views1 subscriber

Kisah ini tentang seorang polisi yang menyelidiki kasus seorang pembunuh berantai. Dia berjuang dengan konflik internalnya sambil menyelidiki kasus-kasus kriminal di kota yang dipenuhi kejahatan. Kisah ini menggabungkan elemen cerita detektif yang menegangkan dengan konflik internal yang mendalam.
Subscribe

6 episodes

Bab 2 "Malam Pembunuhan

Bab 2 "Malam Pembunuhan

60 views 0 likes 0 comments


Style
More
Like
List
Comment

Prev
Next

Full
Exit
0
0
Prev
Next