Please note that Tapas no longer supports Internet Explorer.
We recommend upgrading to the latest Microsoft Edge, Google Chrome, or Firefox.
Home
Comics
Novels
Community
Mature
More
Help Discord Forums Newsfeed Contact Merch Shop
Publish
Home
Comics
Novels
Community
Mature
More
Help Discord Forums Newsfeed Contact Merch Shop
__anonymous__
__anonymous__
0
  • Publish
  • Ink shop
  • Redeem code
  • Settings
  • Log out

EXREA

A Creature Called Human — 2

A Creature Called Human — 2

Jun 07, 2025

Setengah jam setelah kepulangan Keiron ke kantor, pemuda itu terlihat memendamkan wajahnya ke sofa, di mana Yata-garasu sedang mengerjakan pekerjaan melalui komputernya. Yata-garasu tahu bahwa dua jam sebelumnya, Keiron telah pamit untuk pergi membeli es krim, ia menduga suasana hatinya bisa lebih baik.


Melihatnya seperti anak-anak yang sedang mutung, dugaannya menjadi ada sesuatu telah terjadi di perjalanannya membeli es krim.


“Pendingin ruangan ini rasanya semakin dingin ketika anda sedang patah semangat, Keiron.”


Terdengar seperti sindiran, yang mengubah wajah Keiron tadinya menghadap sofa, kemudian menatapnya masam, mulai membuka mulutnya–mencurahkan isi hatinya.


“Habisnya! Masa’ aku baru beli es krim yang viral itu jatuh lagi! Kapan hari aku beli kesenggol jambret, sekarang kesenggol bocah sekolah! ARGH! KESAL BANGET!!”


Respon Yata-garasu hanya mengangguk dalam diam, berpikir sejenak. Bila ia membicarakan es krim yang sedang viral tersebut, maka sepertinya ia tahu toko mana yang dimaksudkannya. Curahan hati Keiron yang masih berlanjut sebagian besar tidak didengarkannya, Yata-garasu melanjutkan dengan ponsel yang ia keluarkan, menggunakan sistem pemesanan daring.


Tampaknya Keiron tidak tahu caranya memesan secara daring, sehingga ia selalu pergi ke sana langsung ke tokonya. Memang, ada baiknya jika belum mengerti caranya, supaya Keiron tak terbiasa membeli secara daring, benar bukan?


“–Terus ya, tadi ada juga bocah dan polisi yang bisa lihat aku, ya sudah aku lepasin yang bocah menyenggol es krimku. Beruntung banget dia ‘gak kusuruh ganti rugi, cih, dipikir-pikir seharusnya ganti rugi saja, enak saja mengataiku penculik! Wajah imut ini mana mungkin penculik!”


Yata-garasu kembali mengerjakan data yang ia dapatkan, jemarinya nyaris menekan keyboard terlalu keras karena ucapan Keiron.


“Ha-ha-ha.”


Wajah Yata-garasu yang tidak selaras dengan tawa keringnya, seperti tanah yang tandus, menatap tak percaya Keiron. Yang benar saja?


“Aku benar ‘kan?! Lihat wajahku sekarang, Yata! Apa ini wajah penculik? Enggak, ‘kan?”


Suara cetakan dari mesin pencetak yang menjawab pertanyaan Keiron, Yata-garasu memilih untuk mencetak data yang ia kerjakan semenjak tadi. Tak lama kemudian, suara ketukan pintu dari luar terdengar, atensi Keiron yang sebelumnya hendak memaksa pria berkacamata itu untuk memberikan pendapatnya, Keiron langsung bangkit menuju pintunya–membukanya dengan tidak sabar.


“Apa ‘sih?!” Keiron yang kesal hampir menakuti sosok pengetuk pintu, seorang Office Boy–Mihov, membawa sekantong plastik isinya pesanan daring dari Yata-garasu.


“Ah, maafkan saya Pak Keiron… Ini, saya cuma mau mengantarkan pesanan Pak Yamato…” Ujar Mihov menjelaskan, suaranya agak gemetar.


“Oh, sudah sampai? Serahkan saja pada Keiron. Terima kasih, Mihov.”


Setelah Yata-garasu berkata demikian, Mihov pun memberikan pesanan kepada Keiron, sebuah kotak di dalam kantong plastik, buru-buru langkahnya untuk pamit, takut disemprot. Lantas Keiron yang menerima pesanan, samar-samar mencium aroma manis dari pesanan ini, entah mengapa, agak familiar dengan baunya.


Setelah menutup pintu, Keiron yang penasaran akhirnya membuka kantong plastiknya, mengeluarkan kotaknya, kemudian membukanya–cukup terkejut ketika ia melihat isinya.


Wadahnya seperti pot bunga kecil, memiliki tutup rapat dan berbagai macam rasa. Hawa dingin yang terasa ketika menyentuh permukaan wadah, wajah Keiron yang kusam, mulai cerah.


“Eh?! Ini ‘kan es krim yang lagi viral itu! Kok bisa? Woah, mana ini semua rasa yang edisi terbatas!”


Takjub, matanya berbinar selayaknya anak-anak yang diberikan jajanan kesukaan mereka setelah sekian lama terkena hukuman tanpa adanya hiburan–yah, jika dipikir-pikir, memang sedang tertimpa kesialan, bukan?


Tak lagi ambil pusing, Keiron langsung mengambil sendok dari wadahnya, membuka tutup tanpa usaha berlebih. Lagi-lagi, ia kagum terhadap wadah dari es krim ini yang terlihat masih kokoh dan dingin, sepertinya kemasan kotak yang membungkusnya memiliki kelebihan supaya suhu dingin es krimnya lebih awet untuk jangka waktu lama.


Sembari duduk di sofa, ia pun mulai mencicipi sesendok dari salah satu es krim yang sudah dibukanya. Meskipun berbeda bentuk tak sesuai pilihannya saat membeli secara langsung, nikmat dingin dari kelembutan es krim dan rasa manis yang menyegarkan, amarah dan kekesalan yang Keiron alami perlahan memudar, seperti es krim lumer di dalam mulut Keiron.


Yata-garasu hanya menghela napas. Dibilang lega, mungkin iya, setidaknya ketenangannya telah kembali–daripada mendengarkan anjing yang kebanyakan menggonggong, diberikan camilan juga, ekornya sudah bergoyang bahagia.


Suara cetakan dari mesin pencetak lambat laun berhenti, beberapa lembaran dokumen tinggal dicek, dirapikan, dan ia klip. Sebelum ia masukkan ke dalam folder, Yata-garasu bangkit dari tempat duduknya, kemudian memberikan dokumen yang dicetaknya barusan kepada Keiron.


“Dari semua data yang datang, kasus ini bisa masuk ke ‘prioritas’.”


Keiron yang sudah hampir menghabiskan satu wadah, menaruh es krimnya di meja, menerima dokumen, kemudian membacanya dengan fokus. Sepertinya, efek diberikan es krim yang telah ia inginkan semenjak lama, sang pemuda berhasil membuat suasananya lebih nyaman untuk bekerja sama.




Apakah keadilan di dunia ini sudah sirna?

Aku tak peduli bila website ini hanyalah mitos belaka, jika aku bisa menemukannya, maka–siapapun itu, yang membacanya, aku mohon padamu.


Berikanlah keadilan semestinya terhadap sekolah jahanam itu!


Semuanya dimulai dari setahun yang lalu. Anakku, Deianira, ia hanyalah siswa penerima beasiswa di SMP yang ternama di Selatan Ardstin. Siapapun tahu, hanya ada satu sekolah yang memiliki kredibilitas tertinggi untuk masuk SMA terbaik juga.


Tapi, siapa sangka bila semua, SEMUA kredibilitas itu hanyalah sampul cantik dari semua kebusukan yang terjadi di sekolah itu?


Deianira, anakku satu-satunya… Dia telah dibunuh oleh murid yang sedang bersekolah dengannya. Namun, bukannya ia diadili secara hukum, alih-alih dikeluarkan dari sekolah–semuanya melindunginya. Saksi, media publik, sekolah, orang tuanya, polisi–mereka mengancamku. Sempat aku menulis kejahatannya di website ternama secara anonim, namun karena posisi mereka, mereka cepat menemukanku, aku pun dibungkam…


Aku telah kehilangan pekerjaanku, anakku, bahkan rumahku. Aku menulis ini melalui ponselku, aku sudah tak tahu lagi apa yang kulakukan. Aku tak percaya pada polisi, aku tak mempunyai orang yang dapat kupercaya.


Aku tak berharap apa-apa lagi. Website ini telah menemukanku, maka aku curahkan semuanya… Akan tetapi, jika saja betulan ada keajaiban, seperti bagaimana website ini menemukanku…


Aku mohon, siapapun itu, berikan keadilan yang setimpal, untuk anakku yang telah dibunuh olehnya.


Sebelum aku pergi menyusul anakku.




“Surat wasiat, ya?” Terka Keiron yang ternyata sudah menyantap es krimnya saat membaca selembar pertama. Lembaran kedua dan lainnya, kini mulai memberikan detail data yang telah dikumpulkan dan disortir. “Website yang dimaksud ini… Website punya kita, ‘kan?”


Yata-garasu mengangguk, “–karena website EXREA hanya dapat diakses ketika sudah memenuhi syarat tertentu, tak mengherankan ia akhirnya menemukannya.”


“Bisa ‘gitu, ya? Kukira bakal gampang diakses, lho. Asal tahu alamatnya, ‘kan? Eh, ada syaratnya?”


THE EXREA. Tell us your problem. Sekilas dari namanya, tak ada yang spesial, selain website ini sudah ada tak lama Yata-garasu mendirikan perusahaan ini, karena mengambil dari nama perusahaan Yata-garasu. Website yang secara misterius beredar di dunia maya, hanya berisikan sebuah kolom kosong dan tombol kirim, namun anehnya, tak dapat dicari oleh pencarian awam maupun diakses meskipun tahu alamatnya.


Memiliki syarat tertentu, website ini dibuat dengan pengetahuan sihir Yata-garasu dan pembubuhan kode komputer–programming, oleh rekan kerja mereka di tempat yang jauh.


“... Sebetulnya, syaratnya tidak rumit, namun untuk memenuhinya cukup kompleks. Karena, jika salah satu syarat saja tak terpenuhi, mereka tak akan menemukannya.” Jelas Yata-garasu yang langsung disahut ‘oh’ agak panjang dari Keiron.


Entah dia beneran paham atau tidak, hanya Keiron yang tahu.

makuva
M.K.V.

Creator

Comments (0)

See all
Add a comment

Recommendation for you

  • What Makes a Monster

    Recommendation

    What Makes a Monster

    BL 75.6k likes

  • Invisible Boy

    Recommendation

    Invisible Boy

    LGBTQ+ 11.5k likes

  • Touch

    Recommendation

    Touch

    BL 15.6k likes

  • Silence | book 1

    Recommendation

    Silence | book 1

    LGBTQ+ 27.3k likes

  • Blood Moon

    Recommendation

    Blood Moon

    BL 47.7k likes

  • The Taking Season

    Recommendation

    The Taking Season

    Romance 6.5k likes

  • feeling lucky

    Feeling lucky

    Random series you may like

EXREA
EXREA

674 views1 subscriber

[ New Update Every Week on Saturday ] Perhaps you have been wondering whether there are any beings other than humans who reside in this world, whether we are living side by side. Excitement to interact or know more about them might be inevitable for some. Curiosity is a good thing, but have you ever consider the danger to delve deeper to seek the answer? Extravagant Bureau━known as EXREA might be able to help you answer those curiosity without endangering yourself. Are you brave enough to know the answer by coming to EXREA?
Subscribe

15 episodes

A Creature Called Human — 2

A Creature Called Human — 2

30 views 0 likes 0 comments


Style
More
Like
List
Comment

Prev
Next

Full
Exit
0
0
Prev
Next