Please note that Tapas no longer supports Internet Explorer.
We recommend upgrading to the latest Microsoft Edge, Google Chrome, or Firefox.
Home
Comics
Novels
Community
Mature
More
Help Discord Forums Newsfeed Contact Merch Shop
Publish
Home
Comics
Novels
Community
Mature
More
Help Discord Forums Newsfeed Contact Merch Shop
__anonymous__
__anonymous__
0
  • Publish
  • Ink shop
  • Redeem code
  • Settings
  • Log out

EXREA

A Creature Called Human — 3

A Creature Called Human — 3

Jun 14, 2025

Kemudian, Keiron membaca dokumen selanjutnya. Data dan informasi lengkap dari sang pengirim surat wasiat di website mereka, mulai dari nama, fisik, hingga alamat rumah, maupun nomor telepon mereka. Keiron bersiul saat membacanya, selain yang disebutkan diatas, informasi mengenai orang ini terlalu lengkap.


Rekan kerja mereka telah bekerja keras, rupanya.


“Huh, ternyata dia beneran sudah mati.” Respon Keiron selepas ia membaca seluruh dokumennya, “–terus, asumsiku, kita ‘gak mungkin pergi ke TKP cuma buat ngambil tubuhnya, ‘kan?”


Yata-garasu menggelengkan kepalanya dan menunjuk ke salah satu halaman. Jarinya yang terbungkus sarung tangan, terlihat lebih spesifik ke nama sekolah yang dahulunya, sang korban, Deianira bersekolah. Melihat nama sekolah, rasanya Keiron merasa familiar, sambil berusaha mengingat ulang dan menyantap es krimnya.


“Sekolah menengah yang tak dapat disentuh oleh media maupun aparat penegak hukum. Bukankah kasus tersebut terdengar familiar?” Ujar Yata-garasu yang langsung di sela Keiron dengan ‘aaaahhh’, menimbulkan senyuman penuh arti.


“Testimoni dari surat wasiat memang tak dapat sepenuhnya membuktikan–walau bisa digunakan sebagai petunjuk.” Saat Yata-garasu menambahkan, seekor gagak kecil seukuran genggaman tangan orang dewasa terbang masuk melalui sela-sela jendela, kemudian bertengger di bahu Yata-garasu.


Gagak berbulu hitam itu terlihat ada yang berbeda–warna matanya mirip dengan warna mata Yata-garasu. Di paruh gagak, ada sesuatu yang menggantung, kemudian dilepaskan saat telapak tangan Yata-garasu mendekati paruhnya.


“Familiar-mu habis maling dari mana tuh?” Keiron pun mendekati Yata-garasu, masih sambil menyantap es krim yang tinggal sedikit itu.


Sebuah bros unik yang berkilauan. Gagak pada dasarnya tertarik sesuatu yang berkilau, tak terkecuali gagak familiar Yata-garasu–secara teknis, mereka juga hewan, namun telah diberikan sihir oleh Yata-garasu untuk melakukan koneksi khusus. Gagaknya menggaok, seperti mengatakan sesuatu kepada Yata-garasu–yang tentunya, ia mengerti bahasa burung meskipun saat gagaknya belum menjadi familiarnya.


“Bros dari target kita,” jelas Yata-garasu secara singkat, mengangkat benda tersebut seraya meneliti lebih dekat, “bros ini terlihat biasa, namun ukirannya merupakan buatan desainer. Setelah saya mendapatkan informasi dari rekan kita, murid yang diduga melakukan perundungan ke Deianira merupakan murid yang tidak biasa.”


Keiron pun mulai mengerti kemana arah pembicaraan ini. “Kalau kamu ngomongnya tidak biasa, berarti… Bocah itu anak orang kaya, atau berpengaruh, atau keduanya. Masuk akal ‘sih, terutama pas baca surat wasiatnya.”


Lantas, Keiron menyeringai yang cukup lebar untuk taringnya terlihat. “Wah, makanan enak, ‘nih.”


Yata-garasu segera menggelengkan kepalanya. “Saya harus sedikit meralat; untuk saat ini, target kita bukan orang berpengaruh tersebut–melainkan murid yang diduga dan sekolahnya.”


“Eh, bukannya sama saja?” Sela Keiron yang sedikit bingung. “Jika kita menarget anaknya, bukankah keluarganya akan terkena juga?”


“Itu tidak salah.” Yata-garasu pun menaruh bros di meja, diikuti oleh gagaknya turut mengikuti bros tersebut, terlihat ingin bermain-main.


Yata-garasu pun menunjuk ke informasi keluarga dari murid yang terduga–seorang pria paruh baya, menggunakan setelan jas necis bergaris, kombinasi hitam dan putih, dengan dasi biru navy yang tersemat bros yang sama dari gagaknya bawa.


Henricus Flannagon. Selain benar adanya ia memiliki putra dua bersaudara dan salah satunya bersekolah menengah, ia merupakan seorang Menteri Media dan Komunikasi–salah satu anggota dari 15 kabinet pemerintahan di Vrisga.


Membaca nama keluarganya, Keiron bersiul. “Curang ‘gak, sih? Sudah keturunan bangsawan, anggota kabinet pula. Pantesan berita bocah dirundung itu ‘gak bakalan keluar.”


Yata-garasu menghela napas. Ia sungguh berterima kasih terhadap rekan mereka yang bekerja di tempat jauh dan tersembunyi–untuk urusan mencari informasi secara ilegal, Yata-garasu akan memakan waktu lama jika ia bekerja sendirian.


Seperti yang kalian terka, Vrisga merupakan negara pusat perekonomian dunia mereka–Euvis. Sekitar delapan abad lampau, Vrisga belum terbentuk, sebab negara Vrisga merupakan gabungan dari dua kerajaan dahulu yang berkuasa di setiap masing-masing area. Perang antar dua kerajaan tersebut sempat berlangsung hingga se-abad, sampai mereka menandatangani perjanjian damai yang sayangnya, hanya berlangsung tak kurang dari se-abad pula.


Mereka kembali berperang yang mengukir sejarah dunia menjadi tak lagi sama, terutama di geografis. Selain salah satu kerajaan, secara teknis telah hilang dari sejarah, kerajaan yang memenangkan peperangan tersebut akhirnya mengambil alih seluruh kekuasaan negara–dan menamainya Vrisga. Kerajaan itu merupakan dari garis keturunan Sullivan.


Vrisga saat itu yang sempat mengalami krisis setelah perang, perlahan-lahan bangkit. Perubahan signifikan mulai terlihat saat Kerajaan Sullivan, di era ketigabelas, merubah struktur pemerintahan dari monarki menjadi konstitusional monarki–ketika keputusan monarki tidak lagi mutlak dan ia membentuk sistem pemerintahan untuk mengurus negara, terutama saat kerajaan mulai melihat potensi para penduduk biasa mampu bersaing dengan bangsawan.


Semenjak saat itu, Vrisga memiliki dua sistem kekuasaan–di dalam kekuasaan sang Kaisar secara langsung, atau anggota pemerintahan. Pemerintah memiliki perdana menteri, wakil perdana menteri, aparat kepolisian, militer dan kabinet; sedangkan kerajaan memiliki organisasi khusus sebagai vassal–pengikut Kaisar dan dilindungi oleh Kaisar secara langsung, yang tentunya tidak sembarang orang bisa mendapatkan hak istimewa tersebut. Sebab, salah satu dari hak istimewa tersebut termasuk dengan melindungi vassal-nya dari undang-undang pemerintahan–tentunya, syarat dan ketentuan berlaku.


Maka tak heran jika bangsawan di negara Vrisga ini masih ada, walau posisi mereka di era ini sebenarnya setara dengan penduduk biasa–terkecuali jika kamu memiliki silsilah dari garis keturunan Sullivan, mungkin orang-orang barulah melihat mereka berbeda. Saat ini, orang tajir pun juga bisa dari penduduk biasa.


Akan tetapi, diskriminasi tetaplah ada, terutama ketika bangsawan tersebut masuk ke kabinet–sebab tidak ada larangan untuk bangsawan dapat masuk kabinet atau tidak, selama mereka bisa membuktikan kinerja yang baik.


Kembali ke waktu saat ini, Yata-garasu menunjuk ke data mutasi rekening dengan jumlah banyak dan masuk ke satu nama.


“Kita telah menemukan aliran dana yang tidak wajar ke kepala sekolahnya. Meskipun semuanya bukan menggunakan nama Henricus, saat ditelaah tanggalnya dan angkanya, ada yang berdekatan saat kasus siswa yang meninggal terjadi. Selain itu, di suatu tanggal tertentu, sang kepala sekolah juga mendapatkan suntikan dana yang mengatasnamakan ‘donasi’.”


Dan karena penjelasan itu, Keiron mencibir. “Suntikan atau suap tuh? Ga ada takut-takutnya ya manusia-manusia ini.”


Lantas Keiron membatin, koneksi macam apa Yata-garasu punya sampai ia bisa melihat mutasi rekening orang lain? Yata-garasu hanya terdiam, namun keheningannya tak perlu dipertanyakan maknanya. Pun, terjadi sesaat, ia kembali melanjutkan.


“Kita akan menyelidiki kasus ini di sekolah tersebut, dan masalah Henricus akan otomatis terurus, tergantung bagaimana respon dari pihak sana. Saya telah menghubungi seorang guru yang hendak ‘cuti’ dan posisi kosongnya akan saya tempati untuk sementara.”


Terlihat, ekor Keiron yang berkibas sangat cepat, wajahnya tampak bersemangat.


“Misi penyamaran kita berdua? Eh, sebentar, aku gak mungkin jadi anak SMP ‘kan?!”


Tatapan mata Yata-garasu di balik kacamatanya, menatap datar Keiron, seakan memiliki makna: tidak salah, pendidikanmu memang setara dengan anak SMP.


“... Saya akan memikirkannya baik-baik jika anda bisa merubah bentuk tubuh anda menjadi lebih muda, namun sepertinya merepotkan. ‘Kebetulan’ ada sebuah posisi yang cocok untukmu, anda sudah saya daftarkan sekalian.”


Keiron penasaran posisi apa yang akan diambilnya selama penyamaran, toh semenjak awal, kemampuan komunikasinya patut dipertanyakan–untuk tingkatan tertentu.


“Esok lusa, kita bisa mulai bekerja.”

makuva
M.K.V.

Creator

Comments (0)

See all
Add a comment

Recommendation for you

  • What Makes a Monster

    Recommendation

    What Makes a Monster

    BL 75.6k likes

  • Invisible Boy

    Recommendation

    Invisible Boy

    LGBTQ+ 11.5k likes

  • Touch

    Recommendation

    Touch

    BL 15.6k likes

  • Silence | book 1

    Recommendation

    Silence | book 1

    LGBTQ+ 27.3k likes

  • Blood Moon

    Recommendation

    Blood Moon

    BL 47.7k likes

  • The Taking Season

    Recommendation

    The Taking Season

    Romance 6.5k likes

  • feeling lucky

    Feeling lucky

    Random series you may like

EXREA
EXREA

667 views1 subscriber

[ New Update Every Week on Saturday ] Perhaps you have been wondering whether there are any beings other than humans who reside in this world, whether we are living side by side. Excitement to interact or know more about them might be inevitable for some. Curiosity is a good thing, but have you ever consider the danger to delve deeper to seek the answer? Extravagant Bureau━known as EXREA might be able to help you answer those curiosity without endangering yourself. Are you brave enough to know the answer by coming to EXREA?
Subscribe

15 episodes

A Creature Called Human — 3

A Creature Called Human — 3

31 views 0 likes 0 comments


Style
More
Like
List
Comment

Prev
Next

Full
Exit
0
0
Prev
Next