Please note that Tapas no longer supports Internet Explorer.
We recommend upgrading to the latest Microsoft Edge, Google Chrome, or Firefox.
Home
Comics
Novels
Community
Mature
More
Help Discord Forums Newsfeed Contact Merch Shop
Publish
Home
Comics
Novels
Community
Mature
More
Help Discord Forums Newsfeed Contact Merch Shop
__anonymous__
__anonymous__
0
  • Publish
  • Ink shop
  • Redeem code
  • Settings
  • Log out

The Story of the End

2. 嫌い

2. 嫌い

Jul 11, 2018

嫌い (kirai): satu kata yang tegas dan lugas. Sebuah pernyataan kalau "benci" adalah sesuatu yang eksistensial dan tak terpisahkan dalam diri seseorang.



Kalau boleh terus terang, aku tidak pernah menyukai kenyataan kalau aku selalu berada di bawahnya. Selalu, selalu, berada di bawah bayang-bayangnya—dan harus membiarkan kedudukanku dirampas.

Benci—mungkin itulah kata yang tepat untuk mendeskripsikan luapan kemarahanku padanya. Aku membencinya. Aku membenci keharusan menunduk di depannya, berpura-pura rendah ketika kenyataannya tidak begitu.

Tapi tidak dapat dipungkiri juga kalau aku begitu menyukainya–tidak, bisa dikatakan kalau aku sangat memujanya.

Penampilan fisik sempurna yang berpadu dengan kemampuan otak sehebat itu... rasanya kualitas seperti itu hanya dimiliki oleh dirinya seorang.

Lalu sifatnya—kalian tidak perlu bicara apa-apa lagi—dia adalah karakter yang didesain oleh kamisama dengan sebegitu hebatnya. Dia adalah masterpiece, sebuah karya seni yang hidup dan berjalan.

Sempurna. Lagi-lagi hanya kata itu yang bisa kulontarkan. Tak ada malam yang terlewat tanpa membiarkan wajahnya terbayang di otakku. Dia muncul tanpa permisi, dan ketika menghilang, aku mencarinya bagai gila.

Ya, gila. Kegilaan dilematis yang menjembatani perasaan benci dan kagumku. Sebuah abnormalitas yang menarikku ke dua arah yang berbeda, namun menjurus pada satu tujuan yang sama—kegelapan.

Salahkah kalau aku ingin memiliki kesempurnaan itu untuk diriku sendiri?

Salahkah karena aku berusaha begitu keras untuk selalu bersamanya?

animagaweb
Absurd Writer

Creator

Comments (0)

See all
Add a comment

Recommendation for you

  • What Makes a Monster

    Recommendation

    What Makes a Monster

    BL 75.7k likes

  • Invisible Bonds

    Recommendation

    Invisible Bonds

    LGBTQ+ 2.4k likes

  • Touch

    Recommendation

    Touch

    BL 15.6k likes

  • Silence | book 1

    Recommendation

    Silence | book 1

    LGBTQ+ 27.3k likes

  • Secunda

    Recommendation

    Secunda

    Romance Fantasy 43.3k likes

  • Invisible Boy

    Recommendation

    Invisible Boy

    LGBTQ+ 11.5k likes

  • feeling lucky

    Feeling lucky

    Random series you may like

The Story of the End
The Story of the End

306 views1 subscriber

"Bagaimana sebuah cerita berakhir dilihat dari rahasia seperti apa yang kamu sembunyikan."

Akemi Eri memiliki apapun yang diinginkan oleh gadis-gadis lain seusianya: wajah yang cantik, otak yang cerdas, karakternya yang ramah dan gemar bergaul, serta hubungan yang hangat dengan teman-temannya. Kemunculannya di sekolah sebagai murid baru, sayangnya, adalah sebuah misteri.

Kasumi Mikage--figur yang pendiam, dan selalu menjadi bayang-bayang orang lain-menemukan makna persahabatan sejak pertama kali berjabat tangan dengan Akemi. Apa yang ada di dalam tubuhnya adalah sebuah aib tak termaafkan.

Di tengah-tengah tekanan menjadi penerus keluarga berkelas, Takahiro Eiji diam-diam melompati jendela tiap malam untuk bertemu dengan teman-temannya. Sorot matanya, sekalipun begitu, selalu terarah pada Akemi Eri--bangga bahwa gadis itu adalah kekasihnya.

Tetsuya Raiden, sang ketua kelas, selalu bekerja dengan sepenuh hati-tanpa mampu mengungkapkan perasaan yang sebenarnya. Baginya, Akemi Eri adalah sosok malaikat. Tidak masalah kalau gadis itu selalu mengalahkannya tiap ujian akhir.

Rahasia itu menjadi milik masing-masing, sehingga akhirnya salah seorang dari mereka terbunuh.

Siapa yang terbunuh--dan siapa pembunuhnya?
Subscribe

4 episodes

2. 嫌い

2. 嫌い

47 views 0 likes 0 comments


Style
More
Like
List
Comment

Prev
Next

Full
Exit
0
0
Prev
Next