Please note that Tapas no longer supports Internet Explorer.
We recommend upgrading to the latest Microsoft Edge, Google Chrome, or Firefox.
Home
Comics
Novels
Community
Mature
More
Help Discord Forums Newsfeed Contact Merch Shop
Publish
Home
Comics
Novels
Community
Mature
More
Help Discord Forums Newsfeed Contact Merch Shop
__anonymous__
__anonymous__
0
  • Publish
  • Ink shop
  • Redeem code
  • Settings
  • Log out

Bagaikan Rama & Sinta

Bab 15

Bab 15

Jan 13, 2024

DI PARKIRAN MOBIL 

Di Mobil Pak Adam.. 
"Duh bu, kok ayah, mbak Titah, dan pacarnya lama sekali sih, panas nih.." keluh Ayu yang kepanasan. 

"Sabar nduk.." kata ibu Salma. 

"Assalamu'alaikum." pak Adam, Kamil dan Titah memberikan salam. 

"Wa'alaikumussalam." semua yang ada di dalam mobi menjawab salam.

"Nah itu dia mereka." kata ibu Salma.

"Lama sekali sih kalian, huh panas nih." keluh Ayu yang masih mengeluh kepanasan. 

"Maaf lama.." kata Titah. 

"Loh mbak siapa ini?" tanya Ayu menunjuk Kamil. 

"Her boyfriend." sela om Bonifacius. 

"Haa boyfriend, astaghfirullahalazim change again." kata Ayu yang kaget mendengar jawaban dari om Bonifacius. 

"Hmm please don't discuss it, emm mosquitoes, mosquitoes, lots of mosquitoes here, honey let's just enter the car." keluh Titah yang langsung masuk ke dalam mobil bersama dengan Kamil. 

"Okay my darling, excuse me uncle, aunt." kata Kamil. 

"Yes.." seru pak Adam dan ibu Salma. 

"Yes all let's get into the car." kata om Bonifacius. 

Sebelum pulang ke rumah Titah lagi, ayah Titah mengajakku untuk ke mall bersama keluarganya. 

Di Mobil.. 
"Oke baik, sebelum kita pulang ke mall dulu ya karena besok ibu, bapak, dan om Bonifacius ingin pergi ke rumah pacarnya Titah, bapak, ibu dan om Bonifacius ingin mencari baju untuk di pakai besok, oh ya Kamil boleh ya nanti minta pendapatmu dan kamu boleh pilih baju, celana dan sepatu sesuai selera kamu." kata pak Adam. 

"Siap om.." sambung Kamil. 

"Bu nanti ke bioskop kan?" tanya Titah. 

"Iya, tapi habis makan malam ya." jawab ibu Salma. 

"Haa.. Habis makan malam?" 

"Iya kamu tahu kan ini jam berapa untung di bandara tadi sudah makan siang gara-gara tuh kelamaan."  

"Iya deh bu, Ayu minta maaf." 

"Emang ini jam berapa, Bibu lihat jam dong di hp kamu, hp aku mati nih, di cas dulu deh pakai powerbank." kata Titah. 

"Bubu sudah jam setengah enam." Kamil memberitahu Titah. 

"Oh iya, terimakasih Bibu."

"Ya sama-sama." 

Di Lobby Mall.. 
"Purnomo, Abdul Latif dan Joya." ibu Salma memanggil abdi dalem nya.

"Inggih kanjeng ibu." jawab Purnomo, Abdul Latif, dan Paijo. 

"Cepat kamu parkir mobil dan cepat kamu kembali ya." pinta pak Adam. 

"Inggih kanjeng romo." kata Purnomo, Abdul Latif, dan Paijo patuh. 

"Bibu.." 

"Iya Bubu.." 

"Bibu masih marah ya sama aku?" tanya Titah. 

"Enggak kok, maaf ya aku terlalu cemburuan tadi." jawab Kamil yang meminta maaf pada Titah. 

"Iya Bibu, aku juga minta maaf ya sudah membuat Bibu cemburu." kata Titah. 

Di Toko Baju.. 
"Oh ya Kamil dan Titah ikut ibu dulu ya, sebelum kalian berduaan." kata ibu Salma. 

"Ya benar, yang lainnya terserah kalian mau kemana saja, oh ya satu lagi, nanti ketemu di bioskop ya." sambung pak Adam. 

"Iya bu, pak.." jawab Titah mewakili yang lain. 

"Nah Kamil, ibu bingung memilih baju untuk mamamu kira-kira mamamu suka baju warna apa ya?" tanya ibu Salma. 

"Duh ibu, tidak usah, jangan ngerepotin." jawab Kamil. 

"Enggak kok, gak ngerepotin, pilihkan ibu ya untuk mamamu." pinta ibu Salma.

"Oh ya bu, saya pilihkan." kata Kamil patuh. 

"Kira-kira warna kesukaan mama kamu warna apa dan di sini banyak modelnya, silahkan kamu lihat-lihat atau pilih dulu ya." 

"Iya bu.." 

Lima Belas Kemudian.. 

"Kalau model yang ini bagaimana bu?" tanya Kamil. 

"Bagus, cocok, pilih lagi yang lain." jawab ibu Salma. 

"Yang ini juga bu." kata Kamil. 

"Oke, mbak.." sambung ibu Salma, kemudian memanggil pegawai toko baju.

"Iya bu.." jawab pegawai toko baju. 

"Minta bon nya ya." pinta ibu Salma.

"Oh iya ibu, baik.." kata pegawai toko patuh. 

"Oh ya ibu lupa mil, kamu temani Titah gih, dia suka bingung pilih baju", pinta ibu Salma. 

"Oh ya bu, permisi." Kamil ingin menghampiri Titah. 

"Oh ya mil, terimakasih ya sebelumnya sudah menolong ibu." kata ibu Salma. 

"Iya bu sama-sama, permisi." sambung Kamil. 

"Ya.." seru ibu Salma. 

"Duh yang mana ya?" Titah bertanya-tanya karena bingung memilih baju dan sepatu. 

"Bubu.." 

"Iya Bibu.." 

"Pilih baju warna apa?" tanya Kamil. 

"Hijau dan merah Bibu, oh ya Bibu kira-kira model yang bagus yang mana ya?" tanya Titah juga. 

"Model yang bagus ya, sebentar ya biar Bibu carikan." jawab Kamil. 

"Iya Bibu, terimakasih ya." kata Titah yang tersenyum pada Kamil. 

"Sama-sama Bubu ku hehe.." sambung Kamil yang tersenyum saat melihat Titah tersenyum juga padanya. 

Lima Menit Kemudian.. 

Titah dan Kamil sudah selesai berbelanja baju, lalu mereka makan malam bersama dengan keluarga Titah di restoran. 

Di Restoran.. 
"Bu.." 

"Nggih nduk.." 

"Pesan makan, sudah boleh atau belum?" tanya Ayu. 

"Tunggu sebentar." jawab ibu Salma. 

"Iya bu.." seru Ayu. 

"My husband.."  

"Yes my wife is what?" tanya pak Adam. 

"Have you been a message of not yet?" tanya ibu Salma. 

"Yes, but it's later eating her waiting for my daughter and her boyfriend." jawab pak Adam. 

"Yes my husband." kata ibu Salma patuh. 

"Bagaimana bu?" 

"Boleh, tapi makannya tunggu mbakyu mu dan pacarnya ya." 

"Hmm lama lagi." keluh Ayu. 

"Bibu, mereka dimana ya?" tanya Titah. 

"Tidak tahu Bubu." jawab Kamil. 

"Ya sudah kita cari yuk." kata Titah mengajak Kamil untuk mencari keluarganya di restoran. 

"Bubu itu.." sambung Kamil yang melihat keluarganya Titah di restoran. 

"Oh iya, yuk kesana Bibu." Titah mengajak Kamil menghampiri keluarganya dan menggandeng tangan Kamil. 

"Yuk Bubu." Kamil juga menggandeng tangan Titah dan menghampiri keluarga Titah. 

"Assalamu'alaikum.." Titah dan Kamil memberikan salam pada keluarganya. 

"Wa'alaikumussalam." keluarganya menjawab salam dari Titah dan Kamil. 

"Nah itu dia.." kata Fitri. 

"Kemana saja sih mbak lama banget, pacaran mulu elu.." keluh Ayu lagi. 

"Ah.. Kaya situ gak pernah pacaran saja sih.." sambung Titah. 

"Sudah nduk jangan ribut, ini menunya silahkan di pilih." kata ibu Salma. 

"Bibu mau apa?" tanya Titah. 

"Terserah Bubu saja, kalau Bubu mau apa?" tanya Kamil juga. 

"Aku mau nasi goreng kepiting, kalau Bibu?" tanya Titah lagi.

"Samain saja seperti Bubu." jawab Kamil. 

"Oke, loh ibu dan yang lainnya gak pesan makan?" 

"Sudah, tinggal kalian berdua saja yang belum."

"Oh.." seru Titah. 

"Minumnya apa Bubu?" 

"Aku mau jus alpukat, kalau Bibu?" 

"Samain saja Bubu ku."  

"Oh oke.." seru Titah lagi. 

"Permisi ibu ini pesanannya." kata pelayan restoran. 

"Iya, oh ya mbak ini ada pesanan dua lagi." sambung ibu Salma yang memberikan catatan pesanan yang Titah dan Kamil pesan. 

"Baik ibu, mohon di tunggu sebentar ya." kata pelayan restoran lagi. 

Kami pun makan siang bersama dan di lanjutkan dengan menonton film di bioskop bersama, lalu barulah kami pulang. 

Sesampainya di rumah Titah lagi, aku menyiapkan baju untuk aku besok berangkat kuliah, begitu juga dengan Titah yang menyiapkan semua untuk kuliah besok. 

Masih Di Restoran.. 
"Alhamdulillah.." semua mengucapkan rasa syukur pada Allah. 

"Makan sudah, belanja juga sudah, sekarang.." kata Ayu. 

"Nonton film, di bioskop." sambung Titah. 

"Aku mau nonton film kartun." kata Fitri. 

"Aku juga mau nonton film kartun." sambung Naufal. 

"Kamu mau nonton film apa Bubu?" tanya Kamil. 

"Gak tahu, lihat saja di sana." jawab Titah. 

"Ya sudah yuk." ajak ibu Salma. 
custom banner
titahkw23
Daoistovzdb

Creator

Comments (0)

See all
Add a comment

Recommendation for you

  • What Makes a Monster

    Recommendation

    What Makes a Monster

    BL 75.7k likes

  • Invisible Bonds

    Recommendation

    Invisible Bonds

    LGBTQ+ 2.4k likes

  • Touch

    Recommendation

    Touch

    BL 15.6k likes

  • Silence | book 1

    Recommendation

    Silence | book 1

    LGBTQ+ 27.3k likes

  • Blood Moon

    Recommendation

    Blood Moon

    BL 47.7k likes

  • Invisible Boy

    Recommendation

    Invisible Boy

    LGBTQ+ 11.5k likes

  • feeling lucky

    Feeling lucky

    Random series you may like

Bagaikan Rama & Sinta
Bagaikan Rama & Sinta

1.5k views0 subscribers

Versi 01 : Cinta yang Hilang dan Ditemukan

Novel ini menceritakan kisah cinta abadi antara Titah dan Kamil, dua sahabat masa kecil yang dipisahkan oleh waktu dan nasib selama 17 tahun. Mereka bertemu kembali dan jatuh cinta, namun sebelum mereka dapat menikah, masa lalu Titah yang kelam muncul kembali dalam bentuk Kevin, mantan kekasih yang jahat dan posesif.

Kevin, meski sudah menikah, masih menginginkan Titah dan merencanakan untuk menculiknya. Dia berhasil menculik Titah dan memintanya untuk menjadi istrinya, tetapi Titah menolak dan memilih untuk setia pada Kamil. Kamil, yang mengetahui tentang penculikan ini, berusaha menyelamatkan Titah dan berhasil membunuh Kevin.

Versi 02 : Perjuangan dan Pengorbanan

Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Titah dituduh oleh warga desa telah berselingkuh dan diusir. Titah memilih untuk pergi dan meninggalkan Kamil, tanpa memberi tahu bahwa dia sedang mengandung anak mereka.

Titah melahirkan dua anak kembar, Dzaka dan Dzaki. Sepuluh tahun kemudian, mereka mengetahui tentang ayah mereka dan berniat untuk mempersatukan kembali orang tua mereka. Namun, mereka harus menghadapi tantangan dari warga desa dan adik Kevin yang ingin membalas dendam.

Dengan bantuan paman mereka, Fitra, dan sahabat ayah mereka, Rivan, Dzaka dan Dzaki berhasil meyakinkan warga desa dan menemui Kamil. Mereka menceritakan kisah mereka kepada Kamil, yang kemudian meminta mereka untuk membawanya kepada Titah.

Akhirnya, Titah dan Kamil bertemu kembali dan Kamil membawa Titah pulang bersama anak-anak mereka. Mereka hidup bahagia bersama, menunjukkan bahwa cinta sejati dapat mengatasi segala rintangan.

Novel ini adalah kisah cinta yang penuh dengan drama, konflik, dan emosi, yang akan membuat pembaca terpaku dari awal hingga akhir.
Subscribe

20 episodes

Bab 15

Bab 15

62 views 0 likes 0 comments


Style
More
Like
List
Comment

Prev
Next

Full
Exit
0
0
Prev
Next