14 tahun berlalu, Diana masih memegang janjinya pada dirinya sendiri. Kini, Diana menjadi seorang detektif kepolisian. Ya, sistem memang sudah lama korup, tapi ia berencana untuk membenahi sistem dan membangun kepercayaan beberapa masyarakat pada kepolisian. Selama karirnya menjadi seorang detektif di kepolisian, Diana terkenal sebagai detektif yang sangat handal dan berdedikasi dalam pekerjaannya. Karena kinerjanya beberapa di kepolisian ada yang menyukai dan membencinya karena beberapa dari mereka juga cukup banyak yang masih melakukan tindakan kriminal baik secara terbuka karena sudah menjadi kebiasaan sejak lama atau secara diam-diam. Tak hanya sendiri, Diana juga memiliki mentor sekaligus rekan detektifnya yang bernama Detektif Hatma Nugraha, salah satu anggota kepolisian yang “bersih” dan berbeda dari polisi-polisi yang lain. Mereka berdua terkadang sering disebut “The Duo” karena sering bertugas bersama.
Kini Diana ditemani juga Hatma, sedang menangani kasus pembunuhan seorang anggota dewan bernama Dodi Hartanto di mansion miliknya. Penyelidikan dilakukan dengan sangat teliti di mansion dan di area sekitarnya. Bagi mereka ada yang tak biasa di kasus pembunuhan ini, biasanya kalau orang suruhan yang hendak membunuh, sebisa mungkin sang pelaku tak meninggalkan jejak pada aksinya. Tapi pada kali ini, sang pelaku sengaja membiarkan korban melawan dan melihatnya sehingga korban merasakan ketakutan melihat sang pelaku sebelum dibunuh. Juga, pelaku meninggalkan sebuah pisau dengan ukiran sayap burung. Dugaan mereka berdua ini antara seorang pembunuh bayaran yang dibayar untuk menebar ketakutan dari orang yang membayarnya, atau seorang tukang main hakim sendiri dari kalangan rakyat yang muak dengan ke korupan Dodi Hartanto. Kedua dugaan ini sama- sama kuat, sehingga mereka harus mengambil keputusan yang tepat untuk memecahkan kasus ini, mereka memilih menangkap dan menginterogasi beberapa orang yang diduga pelaku atau yang berkaitan dengan sang pelaku untuk mendapatkan petunjuk. Mau tak mau hal perihal ini mereka beri tahu pada atasan mereka Iwan Kusuma, yang tentu saja ditolak entah apa alasan nya apa, dan diperintahkan untuk menangani kasus yang lain saja. Mereka sebenarnya ingin saja bertanya, namun disatu sisi mereka tak ingin kehilangan pekerjaan yang sebenarnya mulia ini. Mau tidak mau mereka tidak menyelidiki kasus pembunuhan dari Dodi Hartanto.
Hari demi hari, Diana tetap menjalankan tugasnya sebagai detektif di kepolisian. Hanya saja ia dan Hatma tak mengerjakan kasus tersebut dan terpaksa menyerahkan kasus tersebut pada orang pilihan atasan nya. Hal itu membuatnya merasa ganjal karena ia ingin segera menangkap siapapun yang telah melakukan tindakan pembunuhan itu. Sampai pada akhirnya, Diana kini tengah menangani sebuah kasus dimana seorang pengacara kaya raya bernama Brian Irawan tewas dengan beberapa helai bulu burung berwarna hitam di wajahnya. Melihat hal ini, Diana mempunyai sebuah kesimpulan bahwa ini adalah pelaku yang sama dengan pelaku pembunuhan Dodi Hartanto, karena sebelumnya pelaku meninggalkan suatu benda yang berkaitan dengan bulu burung, yaitu sayap. Selain itu, Brian Irawan juga dikenal sebagai pengacara yang sangat hebat namun korup.
Melihat semua ini, Diana langsung memberi tahu Hatma akan kasus yang sedang ia tangani. Diana menjelaskan semua yang ia lihat dan yang ia amati di TKP juga kesimpulan dari kasus pembunuhan yang sedang ia tangani. Diana berniat untuk memberi tahu dan meyakinkan atasan mereka agar ia diberi kepercayaan untuk menangani kasus ini. Namun Hatma mengatakan bahwa ia saja yang akan bicara pada atasan mereka. Hatma menghubungi Iwan dan berusaha meyakinkan dengan bujukan nya. Dengan bujuk dan rayu Hatma, sang atasan pada akhirnya mengizinkan kedua detektif itu menangkap pelaku.
Kini Diana dan Hatma sedang Menyusun rencana untuk menangkap pelaku, mereka menemukan ide yaitu menyamar menjadi orang yang “dekat” dengan para orang-orang korup. Dari beberapa ide yang mereka saling tawarkan, terpilihlah bodyguard pribadi, dan target yang mereka pilih adalah Bagus Raharjo, seorang politisi partai PJR atau Partai Juang Rakyat yang sekarang sedang berkuasa. Dan jadilah Diana seorang bodyguard dengan nama samaran Annika Widyaputri dan ia diperintahkan untuk menjaga sebuah acara amal yang digelar disebuah hall di Jakarta Selatan. Waktu terus berjalan, tak ada tanda bahaya bahkan hingga selesai acara bahkan sampai di kediaman Bagus Raharjo. Mereka berdua bingung dengan keadaan seperti ini, apakah Bagus Raharjo bukan mangsa dari sang pelaku, atau pelaku sebenarnya terdiri dari banyak orang, yang sekarang sedang mengecoh mereka berdua.
Tak lama setelah Diana menyelesaikan tugasnya sebagai bodyguard dan setelah melapor dengan Hatma, berita di tv di kediaman Bagus Raharjo tentang kematian atasannya Iwan Kusuma akibat dibunuh di kediaman nya, pelaku meninggalkan jejak berupa pisau juga bulu di yang terdapat di sekitar tusukan pisau yang menancap di dada bagian kiri korban. Tak hanya itu, terdapat tulisan dari darah yang bertuliskan “Cari pelaku”, seakan pelaku sedang ingin mengajak polisi bermain kejar-kejaran.
Dari kasus ini mereka membuat kesimpulan baru, yaitu pelaku sepertinya adalah seorang psikopat gila yang sedang meneror orang-orang.

Comments (0)
See all