Kini Diana dan Sang Zirah Elang yang sudah resmi bekerjasama dalam mengusut tuntas serangkaian pembunuhan yang terjadi belakangan ini, pergi ke kantor kepolisian untuk memeriksa CCTV untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Diana dan para polisi yang bertugas memeriksa setiap CCTV mengungkapkan sang pembunuh ini sangat pintar dengan melakukan aksinya di tempat yang tidak ada CCTV atau di tempat yang ada CCTV namun pada bagian angle yang gambar CCTV terlihat buram. Pada salah satu rekaman yang sudah diperjelas gambarnya, terlihat tangan pelaku yang sedang melempar pisau kearah Iwan Kusuma dari sudut yang gelap, menggunakan combat gloves dan arm gauntlet berwarna serba hitam yang bentuknya tak biasa seperti yang dijual di toko-toko militer pada umumnya. Dari sini, memperkuat bukti kalau sang pelaku adalah manusia yang memiliki persenjataan cukup canggih dan bukan seekor monster. Dari penjelasan itu, Hatma bercerita sebuah urban legend mengenai sosok bernama “Gagak Hitam” yaitu seorang pembunuh bayaran yang sering dibayar untuk meneror orang-orang yang dinilai berdosa. Diana membantah karena pembunuh bayaran apa yang mau dibayar untuk melakukan pekerjaan aneh yang tak biasanya dikerjakan pembunuh bayaran pada umumnya. Zirah Elang mengingatkan Diana bahwa, apa yang dikatakan Hatma itu bisa jadi benar, karena kita belum tau persis siapa dan apa motif dari sang pelaku ini. Untuk berjaga-jaga Zirah Elang mengusulkan satu ide untuk menangkap, atau setidaknya mengungkap identitas sang pelaku dan itu akan dilaksanakan esok malamnya.
Keesokan malam pun tiba, Diana, Hatma dan satu orang rekan nya bernama Wawan menyamar menjadi seorang pramusaji dan bartender di sebuah klub bernama “Dionysus”, sementara Zirah Elang dan beberapa anggota kepolisian lainya mengawasi mereka bertiga dari jauh dan akan mucul secara tiba-tiba jika pelaku menampakan diri dan akan melakukan aksinya. Alasan mereka memilih Dionysus karena klub adalah tempat orang-orang melakukan dosa kemaksiatan, juga pemilik dari klub ini adalah Daffa Anggara, pelaku pembunuhan Nadia adiknya Budi, yang berhasil membungkam keluarga Budi 14 tahun yang lalu. Misi mereka semua jalankan, Diana, Hatma, Wawan, Zirah Elang dan beberapa anggota kepolisian lainya mengawasi klub itu dan menunggu kehadiran dari sang pelaku. Pakaian yang terlalu minim, lirikan mata setan dari pengunjung laki-laki dan juga cat calling dari beberapa pengunjung, membuat Diana sebenarnya tidak merasa nyaman dalam misi kali ini karena berperan menjadi seorang pramusaji di sebuah klub malam, bahkan saat ia tak sengaja bertemu dengan Daffa sang pemilik klub yang kala itu sedang sedikit mabuk, menggoda dirinya tanpa mengetahui kalau itu adalah seorang polisi yang sedang menyamar. Diana yang hendak memukul Daffa itu, tangan nya ditahan oleh Hatma dan diingatkan untuk fokus pada misi. Semua rasa tidak nyaman itu harus ia tahan demi bisa menangkap sang pelaku pembunuhan.
Satu jam pun berlalu, Diana yang sedang memeriksa status Zirah Elang dan rekan-rekan nya yang ada dibelakang layar, tidak ada respon sama sekali dari mereka, hal ini membuat Diana sedikit cemas dan berpikir kalau mereka semua sedang dalam bahaya. Tak lama setelah itu, sebuah ledakan terjadi pada langit- langit klub malam yang membuat seluruh orang yang ada di klub malam itu kaget.
Saat ledakan telah usai dan terdapat asap pada area ledakan, munculah sosok berpakaian dan berjubah serba hitam juga memiliki paruh seperti burung dari bekas ledakan dengan kepulan asap, yang membentangkan jubahnya layaknya sayap seekor burung.
Sosok itu mulai menyerang dan membantai orang-orang yang ada klub itu, Sosok itu menyerang orang-orang dengan sangat brutal, sehingga membuat beberapa orang tewas dibuatnya. Diana yang melihat sosok itu hendak menyerang salah satu pengunjung, menyelamatkan pengunjung itu dan bertarung dengan sosok itu. Anehnya, sosok itu tidak menyerang Diana sama sekali dan hanya menghindar atau menangkis serangan demi serangan yang Diana keluarkan. Saat Diana sudah sedikit kewalahan, Zirah Elang yang terdapat luka-luka datang dan membantu Diana dengan menyerang sosok itu. Pertarungan sengit pun tak bisa dihindarkan, tangkisan dan serangan dalam pertarungan pun mereka berdua keluarkan. Zirah Elang pun bisa dikalahkan oleh sosok itu dengan mudah. Saat Zirah Elang kewalahan dan pingsan, sosok itu menghampiri Diana yang sedang kewalahan dan berdiri dihadapan nya tanpa sepatah kata. Kemudian sosok itu membuka telapak tangan nya yang berisikan satu buah bola kecil yang ternyata itu adalah sebuah “Flash Bomb” yang menyinari seluruh orang yang ada di klub itu dan kemudian sosok itu menghilang tanpa jejak sama sekali. Hal itu tentu membuat Diana menjadi kebingungan, mengapa sosok itu tidak menyerangnya sama sekali dan menghampirinya sebelum menghilang.
Setelah kejadian itu, polisi dan tim medis berdatangan untuk memeriksa TKP dan mengevakuasi pengunjung dan orang-orang yang bekerja di klub itu. Diana yang tak terluka sama sekali memeriksa TKP untuk mencari jejak pelarian dari sang pelaku. Disaat sedang mencari jejak sang pelaku, Diana menemukan sebuah pisau berukiran sayap burung menancap pada dahi dari jasad Daffa yang tewas terkapar di dalam klubnya sendiri.
Hatma dan Zirah Elang yang sudah siuman menghampiri Diana untuk membantunya memberi informasi yang mereka dapat dari penyelidikan nya masing-masing. Diana mengatakan bahwa ia sudah melihat rupa dari pelaku, yaitu berpakaian dan berjubah serba hitam, juga memiliki paruh layaknya seekor burung. Hatma memberikan selamat dengan berkata :
“Selamat nak, kamu barusan ketemu Gagak Hitam.”, sambil menawarkan tangannya untuk berjabat tangan.
Diana dan Zirah Elang bingung dan bertanya mengapa Hatma bisa tahu banyak tentang Gagak Hitam ini. Hatma hanya menjawab :
“Saya udah terjun duluan.”, dengan singkatnya.
Hal itu tentu membuat Diana bingung dengan maksud perkataan dari senior sekaligus mentornya itu.
Setelah kejadian pembantaian yang dilakukan Gagak Hitam di klub malam Dionysus, terjadi serangkaian pembantaian lagi sebanyak enam kali yang dilakukan oleh Gagak Hitam. Hal ini bisa dikonfirmasi karena kini Gagak Hitam sudah dengan jelas menampakan dirinya di CCTV yang ada di beberapa tempat. Hal ini tentu membuat masyarakat menjadi resah dengan teror dari sosok Gagak Hitam yang bisa saja membantai mereka yang tak bersalah.

Comments (0)
See all