Please note that Tapas no longer supports Internet Explorer.
We recommend upgrading to the latest Microsoft Edge, Google Chrome, or Firefox.
Home
Comics
Novels
Community
Mature
More
Help Discord Forums Newsfeed Contact Merch Shop
Publish
Home
Comics
Novels
Community
Mature
More
Help Discord Forums Newsfeed Contact Merch Shop
__anonymous__
__anonymous__
0
  • Publish
  • Ink shop
  • Redeem code
  • Settings
  • Log out

Kesatria : Iblis

Anak yang malang

Anak yang malang

Aug 16, 2025

This content is intended for mature audiences for the following reasons.

  • •  Blood/Gore
  • •  Physical violence
Cancel Continue

  Berjarak dua tahun setelah pertarungan nya melawan Gagak Hitam di pelabuhan Tanjung priuk, Diana kini menjadi seorang vigilante yang menumpas kejahatan pada malam hari dengan nama “Kesatria”. Sebagai sosok Kesatria, ia banyak bertarung melawan pelaku-pelaku kriminal yang ada di kota nya yaitu Jakarta dan saat ini, Kesatria sedang bertarung melawan geng jalanan bernama “The Tengkoraks” yang sedang berbuat onar. Pertarungan terjadi begitu sengit, karena disini Kesatria melawan The Tengkoraks yang berjumlah 10 orang. Pada awalnya Kesatria cukup kewalahan karena bertarung dengan terlalu banyak orang, namun kemudian Kesatria berhasil membalikan keadaan dan mampu membuat mereka semua kewalahan dibuatnya.

  Karena sudah kewalahan, sebagian dari The Tengkoraks juga termasuk pemimpin nya, memutuskan untuk kabur menggunakan sepeda motor yang mereka miliki. Kesatria yang tidak tinggal diam, langsung bergegas mengambil sepeda motor miliknya dan mengejar mereka yang kabur.

Kesatria meminta Marco yang mengawasi dibelakang komputer untuk memberikan arah kemana sisa dari geng The Tengkoraks kabur. Saat pengejaran banyak rintangan yang dilalui oleh Kesatria, mulai dari petasan yang dilempar, sampai senjata tajam yang dilempar dan diayunkan ke arahnya. Kesatria juga hampir celaka karena ayunan pedang dari The Tengkoraks yang membuatnya menghentikan motor yang sedang ia kendarai. Untuk itu, Kesatria meminta Marco untuk mencarikan jalan pintas untuk menangkap mereka semua. Saat jalan pintas sudah ditemukan, Kesatria tanpa berlama-lama langsung mengikuti arahan orang dibelakang komputernya. Saat para The Tengkoraks merasa vigilante itu tertinggal jauh dan tidak mengikuti lagi, mereka merasa aman dan berhenti di sebuah pertigaan. Secara tiba-tiba ada motor yang dikendarai Kesatria, melaju dengan cepat dan menabrak mereka semua dan Kesatria lompat sebelum menabrakan motor itu. Tentu hal ini membuat The Tengkoraks terluka cukup parah bahkan ada yang patah tulang. Melihat itu Diana langsung menghubungi Marco untuk memberi tahu kalau target sudah tumbang dan suaminya itu bisa melakukan panggilan pada kepolisian untuk menangkap para The Tengkoraks yang sudah dilumpuhkan. Kesatria bisa lanjut ke pekerjaan berikutnya dan ada panggilan masuk dari seorang detektif kepolisian.

  Di sebuah gang yang kini dipenuhi garis polisi, terbujur kaku dua mayat seorang pria dan seorang wanita dengan luka tusukan, sementara  luka gorokan ada pada mayat pria. Banyak polisi memenuhi TKP untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi pada kedua orang ini. Tak lama kemudian, sosok Kesatria mendatangi dan masuk kedalam TKP untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan kedua korban atas undangan detektif kepolisian Fitri Delia.


 Dari hasil penyelidikan mereka berdua, luka tusukan terjadi akibat sang pria menusuk sang wanita secara berkali-kali karena darah pisau yang dipegang oleh sang pria, sementara leher yang tergorok dapat dipastikan karena bunuh diri dari sang pria setelah menghabisi sang wanita. Kesatria menduga bahwa pelaku penusukan bisa saja dihasut seseorang untuk membunuh sang wanita, karena pada akhirnya pelaku juga membunuh dirinya sendiri. Sama seperti Kesatria, Fitri berpendapat ada orang ketiga selain dua orang korban yang bisa saja memanipulasi TKP. 

 Ditengah penyelidikan sedang berlangsung, datanglah seorang komisiaris polisi Yudha Irawan yang mempertanyakan mengapa ada orang selain polisi di dalam TKP. Fitri menjawab kalau kehadiran Kesatria adalah bantuan yang ia panggil untuk menyelidiki apa yang terjadi. Yudha marah sambil mengatakan bahwa Kesatria adalah seorang vigilante yang mana bisa saja dia ternyata adalah pelaku nya. Fitri sebenarnya ingin membantah segala tuduhan-tuduhan itu karena Kesatria sering membantunya dan kepolisian memecahkan kasus-kasus bersama, namun karena Yudha itu adalah atasan nya, ia hanya bisa diam saja. Yudha menginginkan Kesatria keluar dari TKP nya sekarang juga. Dengan terpaksa, Kesatria pergi meninggalkan TKP karena diusir oleh sang komisiaris polisi. Sebelum pergi, Kesatria menatap seorang anak kecil yang sedang ditenangkan oleh beberapa polisi. Saat sedang melihat anak itu, Fitri mengatakan bahwa itu adalah anaknya yang sedang trauma dan tak bisa berkata apa-apa paska kematian kedua orang tuanya, Kesatria sebenarnya ingin berbuat sesuatu untuk menolong anak itu, namun ia tak bisa karena ia diusir oleh Yudha. 

  Sesampainya di apartemen, Diana disambut suaminya Marco yang senang karena Diana pulang dengan selamat walaupun ada memar di beberapa bagian. Mereka sedikit membahas tentang saat Diana melawan geng Tengkoraks dan juga kasus kematian seorang pria dan wanita yang meninggalkan anak mereka. Diana merasa betapa malang nya nasib anak itu yang harus ditinggal kedua orang tuanya saat masih kecil. Diana sebenarnya ingin mengadopsi anak itu dan memberikan kasih sayangnya sebagai orang tua, namun terkendala oleh keuangan apalagi mereka baru saja menikah dan belum memiliki uang yang cukup. Diana yang sudah merasa lelah karena telah beraktifitas seharian, memutuskan untuk mengganti seluruh pakaian nya dan tidur, karena esok ia harus mengajar.

  Setelah ditenangkan para polisi, anak itu kini diputuskan untuk dirawat sementara oleh Dr Fay, agar anak itu bisa dengan mudah di terapi langsung dengan ahlinya. Anak itu kini tinggal dirumah yang nyaman milik Dr Fay. Saat ditinggal sebentar untuk diambilkan minum, anak itu mengambil sesuatu di sakunya yang ternyata adalah koin emas yang diberi sang wanita bergaun merah. Saat Dr Fay kembali dengan segelas air dan melihat anak itu sedang memegang sesuatu, mencoba memulai sebuah obrolan dari menanyakan koin apa yang sedang dipegang oleh anak itu. Anak itu tak menjawab dan hanya menatap koin itu dengan tatapan yang kosong. Dr Fay yang melihat anak itu dan juga koin yang sedang dipegang oleh sang anak, mempunyai beberapa kesimpulan, diantaranya koin itu adalah pemberian terakhir dari kedua orang tuanya yang memberikan dampak yang begitu emosional atau jikalau ada orang lain selain orang tua dan anak, bisa saja itu dari orang lain yang menjadi otak penghilangan nyawa kedua orang tua dari sang anak. Dr Fay yang melihat betapa menyedihkan nasib dari sang anak, memeluk dan mengelus kepala anak itu sambil berkata : 

  “Jangan sedih, ibu disini….” dengan nada yang lembut dan membuat anak itu memeluk Dr Fay juga.


 

 

duniakesatria3
Dunia Kesatria

Creator

Comments (0)

See all
Add a comment

Recommendation for you

  • Blood Moon

    Recommendation

    Blood Moon

    BL 47.7k likes

  • Silence | book 2

    Recommendation

    Silence | book 2

    LGBTQ+ 32.3k likes

  • What Makes a Monster

    Recommendation

    What Makes a Monster

    BL 75.4k likes

  • Invisible Boy

    Recommendation

    Invisible Boy

    LGBTQ+ 11.5k likes

  • Touch

    Recommendation

    Touch

    BL 15.5k likes

  • The Last Story

    Recommendation

    The Last Story

    GL 46 likes

  • feeling lucky

    Feeling lucky

    Random series you may like

Kesatria : Iblis
Kesatria : Iblis

78 views0 subscribers

Diana si mantan detektif kepolisian, kini menjadi sosok vigilante bernama Kesatria, sedang menghadapi sebuah kekuatan besar nan jahat yang telah menguasai pemerintahan.
Subscribe

11 episodes

Anak yang malang

Anak yang malang

7 views 0 likes 0 comments


Style
More
Like
List
Comment

Prev
Next

Full
Exit
0
0
Prev
Next