Malam hari, di salah satu gedung tertinggi di Jakarta bernama “Bios Tower” yang menjadi pusat dan tempat beroperasional perusahaan “Bios”, sedang berlangsung sebuah rapat antara sang pemilik perusahaan bernama Indra Hermawan dan para dewan pengawas perusahaan. Dirapat itu, mereka membahas banyak hal untuk perusahaan yang bergerak di bidang sains dan penelitian ini, salah satu yang mereka bahas adalah “Project Extraordinary” yang dinilai sangat efektif dalam menjalankan rencana perusahaan, rencana dengan beberapa kelompok keagamaan dan rencana pemerintah karena Bios memiliki kerjasama dengan pemerintah dalam beberapa aspek sejak lama. Namun, salah satu dewan perusahaan mengingatkan bahwa subjek adalah makhluk hidup yang memiliki kecerdasan tinggi sehingga bisa saja suatu hari nanti perusahaan ikut menjadi korban. Indra berusaha menenangkan para dewan perusahaan bahwa subjek Project Extraordinary akan aman dibawah kendalinya dan Dr Indah Widyawati, karena selama ini sang subjek selalu menganggap ilmuwan itu sebagai ibunya sendiri.
Keesokan harinya di siang hari, Diana yang telah selesai mengajar Karate di dojo lain selain dojo tempat biasa ia mengajar, ia memutuskan untuk langsung beberes peralatan dan langsung pulang meninggalkan tempat ia mengajar. Ini adalah hal yang tak biasa Diana lakukan karena biasanya, ia selalu menyempatkan berkumpul bersama dengan rekan-rekan mengajarnya maupun dengan murid-muridnya saat selesai latihan, hal ini dikarenakan kesedihanya akan situasi dimana ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan dan melindungi orang-orang. Kesedihan Diana semakin bertambah saat melihat para pasukan khusus yang sedang berjaga memukuli kumpulan warga sipil yang diduga vigilante karena sedang melakukan demonstrasi di jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka mengenai penolakan undang-undang anti vigilante. Mata Diana sempat berkaca-kaca seolah menahan tangisan dan kepedihan saat mengemudikan mobilnya karena merasakan penderitaan mereka yang sedang dianiaya para pasukan khusus kepolisian untuk sesuatu yang benar.
Sesampainya di apartemen, Diana terkejut saat Marco membukakan pintu, ia melihat Reza dan asistenya Nandar berkumpul diruang makan apartemenya. Diana bertanya mengapa Reza mau datang ke apartemenya. Reza mengatakan bahwa ia memiliki sebuah informasi dan misi yang kemungkinan bisa mengakhiri situasi yang tak kondusif untuk para vigilante.
Reza bertanya apakah Diana mengetahui sebuah akun bernama drunknown. Diana menjawab ia tidak terlalu tahu akan akun itu, namun ia mengetahui bahwa dahulu pernah tersebar video jurnal seorang anak kecil seolah-olah bisa membuat dua orang dewasa yang sedang berkelahi secara brutal itu, dibuat tidur secara instan dengan lambaian tanganya, itupun ia tahu dari suaminya yang memberi tahu soal video jurnal itu. Selain video tentang anak kecil itu, Reza juga mengatakan bahwa ada banyak lagi video jurnal yang memperlihatkan hal-hal diluar nalar seperti manusia yang memiliki regenerasi sel sangat cepat, juga memiliki kecepatan dan kekuatan diatas manusia pada umumnya, bayi-bayi yang memiliki sayap seperti burung di punggung mereka, manusia yang hampir seluruh tubuhnya bisa menghasilkan api dan masih banyak video yang menampilkan manusia dengan kondisi diluar nalar. Marco menyangkal, bahwa itu bisa saja itu adalah video yang dimanipulasi menggunakan sebuah software editing yang mampu memanipulasi efek-efek seperti pada film bertema fiksi ilmiah dan lainya, ditambah akun itu telah memberi klarifikasi kalau video jurnalnya itu hanyalah rekayasa dan dimaksudkan untuk hiburan semata. Memang pada awalnya Reza dan juga Nandar berpikir bahwa video semacam itu adalah palsu yang sudah direkayasa, namun mereka berhasil melacak lokasi pengunggahan itu berasal dari fasilitas laboratorium milik perusahaan Biosyang berlokasi di Karawang. Jadi kemungkinan, video itu diunggah oleh seseorang yang bekerja di laboratorium itu yang sedang berusaha membongkar rahasia perusahaan Biosselama, dan bisa jadi pemilik akun itu ditekan oleh perusahaan untuk menutupi rahasia dengan membuat video klarifikasi palsu. Diana bertanya, jikalau ada pekerja Bios yang membongkar ini, siapakah orangnya. Reza belum mengetahui pasti siapa orangnya, namun kemungkinan besar orang itu adalah ilmuwan karena orang itu terlihat menyamarkan nama drunknown yang kemungkinan besar sebenarnya adalah dr unknown. Setelah mengetahui seluruh informasi mengenai drunknown, Diana menanyakan apa rencana yang dimiliki Reza. Nandar mengatakan bahwa keponakannya itu memiliki rencana yaitu menyusupkanya beserta Diana menjadi salah satu pasukan khusus yang menjaga laboratorium milik Bios. Diana bertanya apakah mereka perlu melumpuhkan pasukan khusus dan mencuri pakaian mereka. Reza mengatakan kalau ia telah memiliki pakaian dan peralatan dari pasukan khusus Bios dan rencana untuk menyusup ke laboratorium itu.
Keesokan harinya Diana dan juga Nandar berhasil menyusup ke dalam laboratorium Biosdengan seragam pasukan khusus penjaga laboratorium yang hanya memperlihatkan kedua mata mereka itupun karena kacamata mereka transparan.
Sementara Marco dan Reza, mengawasi dibalik layar komputer di Sarang. Para personil pasukan khusus berjalan secara berbaris menuju ke suatu tempat yang belum diketahui secara pasti kemana, Diana dan Nandar masuk kedalam barisan yang entah kemana mereka akan pergi, Diana mengira-ngira para pasukan khusus ini berjalan kesuatu tempat yang akan menjadi tujuan mereka berdua, yaitu mengantarkan mereka ke drunknown. Mereka terhenti di sebuah gerbang pemeriksaan identitas yang terdapat penjaga sedang mengawasi dan memeriksa kartu identitas para personil. Tak berselang lama, tibalah giliran Diana yang diperiksa kartu identitasnya, pada awalnya kartu identitasnya sempat bermasalah beberapa kali dan penjaga hampir menyuruhnya untuk membuka helm dan mask nya, namun Diana berhasil meyakinkan penjaga untuk mencobanya sekali lagi. Pada saat dicoba sekali lagi, kartunya berhasil memperlihatkan identitas samaran dari Diana yang bernama Annika Widyaputri, dan penjaga mempersilahkanya untuk berjalan terus. Sementara Nandar berhasil di scan langsung kartu identitasnya oleh penjaga, dan terpampang identitas samaranya yaitu Frank Setiadi. Para personil diarahkan untuk menuju sebuah lift yang sangat besar yang bisa menampung puluhan orang dan lift itu turun menuju kebawah tanah.
Para personil pun tiba di sebuah laboratorium bawah tanah yang sangat besar dan terlihat futuristik. Diana dan Nandar masih tetap mengikuti barisan berjalan entah kemana. Tak lama kemudian, komandan menyuruh itu untuk berhenti karena sang komandan ingin menjelaskan perihal penugasan mereka semua. Komandan menjelaskan serta membagi tugas mereka ada yang menjaga setiap lorong-lorong, menjaga ruangan-ruangan, menjaga laboratorium eksperimen, mengawal para ilmuwan dan menjaga subjek percobaan. Dari pembagian tugasnya, Diana dan Nandar mendapatkan tugas untuk menjaga dan mengawal subjek percobaan. Secara terpaksa Diana dan juga Nandar menjaga sel penahanan juga mengawal para subjek percobaan bersama para ilmuwan, subjek-subjek percobaan ini terdiri dari manusia dan hewan yang entah apa yang akan para ilmuwan lakukan pada mahluk-mahluk yang bernasib malang ini. Jujur, Diana tak menyukai penyamarannya kali ini, karena melihat langsung para personil dan juga ilmuwan, menyiksa para subjek percobaan jika tak mematuhi perintah, kejadian ini mengingatkannya pada trauma masa kecilnya. Sebagai suami yang baik, Marco berusaha menenangkan istrinya itu yang sudah mulai tidak fokus, Reza dan Nandar juga berusaha menenangkan Diana yang sudah mulai terganggu pikirannya agar bisa fokus kembali dalam menjalankan misi.
Hingga suatu waktu, Diana dan juga Nandar beserta beberapa personil lainnya, mendapatkan tugas mengawal subjek percobaan berupa manusia yang telah selesai dalam pengujian. Saat ditengah jalan mengantarkan subjek kembali kedalam sel, subjek yang sedari tadi memperlihatkan aksi memberontaknya, pada akhirnya berhasil melepaskan penahannya dan menyerang para personil kemudian kabur. Melihat ada subjek yang berhasil kabur, para personil yang mengawal berinisiatif mengejar subjek itu, begitupun dengan Diana dan Nandar yang mengikuti untuk mengejar dengan tujuan mempertahankan penyamaran. Para personil juga Diana dan Nandar berlari mengejar subjek itu yang berbuat kekacauan di laboratorium. Saat berhasil tertangkap, subjek itu menghajar satu per satu personil yang menangkapnya dengan cukup mudah. Melihat itu, Diana berusaha melawan dan bertarung dengan subjek yang memberontak itu. Pertarungan diantara mereka berlangsung sangat sengit, subjek itu memiliki kekuatan dan tenaga yang diatas manusia rata-rata, sehingga Diana cukup kesulitan untuk melumpuhkan subjek itu. butuh waktu yang lama untuk melihat sebuah celah, namun pada akhirnya ia mampu melumpuhkan subjek itu dengan beberapa teknik kuncian dan obat bius yang disuntikan sehingga subjek itu pingsan dibuatnya. Para personil yang melihat itu termasuk Nandar, kagum melihat skill bertarung dan keberanian yang Diana miliki. Para personil memberikan selamat karena telah menjalankan pekerjaannya dengan baik, bahkan mereka mengajak Diana untuk makan siang bersama setelah jam istirahat.
Jam makan siang pun tiba, Diana dan Nandar beserta para personil, beramai-ramai menuju kantin. Para personil itu, memuji-muji dan mengagumi Diana yang mampu mengalahkan manusia super sendirian tanpa bantuan orang lain. Sesampainya di kantin, salah satu personil menyerukan :
“Woy woy! ini nih anak baru yang berhasil ngalahin mahluk aneh itu!” dengan nada yang tinggi sehingga satu kantin bisa mendengar suara personil itu.
Satu kantin langsung memberikan tepuk tangan dan sambutan untuk Diana, terkecuali satu orang ilmuwan wanita yang memandangnya secara tajam, seolah sedang memperhatikan gerak-geriknya. Melihat orang yang menatap tajam, Diana merasa sedikit aneh dan tidak nyaman, ia mulai berpikir apakah penyamarannya diketahui oleh seseorang yang memandangnya. Namun, disitu Diana berusaha mengabaikan wanita itu dan menuju tempat prasmanan untuk mengambil makan siangnya. Disitu Diana membaur dengan personil-personil yang mengajaknya untuk duduk dan makan bersama. Pekerjaan menyamar ini bukan pertama kali Diana melakukannya, sehingga ia tak merasa khawatir ketika masuk ke lingkungan yang baru, bahkan saat ia harus membuka helm dan mask nya untuk makan di depan personil-personil lainya, ia bisa berimprovisasi untuk mempertahankan penyamarannya. Disaat sedang makan dan asik mengobrol denngan personil-personil lainnya, tiba-tiba wanita yang sedari tadi mentatap Diana, menghampirinya secara langsung dan mengajak bicara diruangannya. Diana yang berusaha menolak halus pada ilmuwan itu, mengatakan akan menyelesaikan makan siangnya terlebih dahulu lalu ia berencana tidak datang keruangan ilmuwan itu. Namun, sang ilmuwan bersikeras untuk menunda makanan terlebih dahulu dan ikut keruangannya. Mau tidak mau, Diana pergi keruangan sang ilmuwan bersama dengan orangnya. Nandar yang melihat itu segera menghabiskan makan siangnya untuk segera mencari dimana letak ruangan itu.
Setelah sampai dan masuk di ruangan ilmuwan itu, tiba-tiba ilmuwan itu mengunci pintu ruangannya agar orang lain tidak masuk dan mengganggunya. Melihat semua ini, Diana menjadi sedikit tegang, ia bertanya-tanya dalam pikiran dan hatinya, apa yang akan ilmuwan ini lakukan. Ilmuwan itu menyuruh Diana untuk duduk, kemudian memperkenalkan dirinya bernama Dr Indah Widyawati yang bertindak sebagai kepala riset dalam Project Extraordinary. Sebagai kepala riset, Dr Indah melontarkan beberapa pertanyaan yang cukup interogatif padanya, seolah sedang menggali informasi. Diana berusaha tetap tenang dan menjawab pertanyaan dengan lancar tanpa terbata-bata agar tidak dicurigai sebagai penyusup. Saat Dr Indah sudah tidak terlihat mencurigai Diana, Tiba-tiba Ilmuwan itu melihat mata Diana yang memakai soft lens kamera yang biasa dipakai dalam misi mengintai. Dr Indah langsung menahan Diana yang hendak meniggalkan ruangannya dan mengatakan bahwa Diana adalah seorang mata-mata karena ketahuan memakai soft lens pengintai. Merasa sudah ketahuan, Diana yang hendak segera kabur, menahan rencananya karena Dr Indah mengatakan kalau dia adalah drunknown. Pada awalnya Diana tak mempercayainya, karena baginya semua orang bisa saja hanya mengaku-ngaku. Namun Dr Indah menunjukan bukti-bukti kalau ia adalah orang dibalik drunknown dengan menunjukan akun miliknya dan banyak video jurnal yang menunjukan para manusia maupun hewan eksperimen dengan kondisi yang tidak biasa. Dr Indah menjelaskan bahwa tujuan ia membagikan banyak video jurnal itu adalah membongkar praktek ilegal yang telah bereksperimen dan menyiksa makhluk-mahkluk yang tak berdosa. Selain itu, Dr Indah ingin memberi tahu pada semua orang bahwa adanya bukti-bukti tentang keterlibatan manusia super dan pemerintah sebagai dalang dibalik kerusuhan yang disebabkan vigilante. Diana yang sudah melihat bukti-bukti bahwa Dr Indah adalah orang dibalik akun drunknown dan mendengar sendiri banyak rahasia yang ilmuwan itu katakan, berencana untuk membawa Dr Indah kabur bersamanya dan Nandar dari laboratorium itu. Namun, Dr Indah menolak dan malah memberi Diana sebuah hard drive external yang berisi sebuah data-data yang diperlukan. Alasan Dr Indah melakukan ini, agar tidak dicurigai kabur untuk menyebarkan rahasia perusahaan.

Comments (0)
See all