Sudah mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan, Diana langsung menghubungi Nandar yang sedari tadi menunggunya di depan ruangan Dr Indah yang sedang berpura-pura menjaga ruangan ilmuwan itu, Diana juga mengatakan kalau mereka harus segera pergi dari laboratorium ini untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan seperti inspeksi tiap personil yang akan dilakukan nanti malam. Pada akhirnya, Diana dan Nandar berusaha mencari jalan keluar menghindari lift utama, butuh waktu yang lama bagi mereka untuk mencari jalan keluar, Marco dan Reza yang mengawasi dibalik layar komputer juga tak terlalu bisa membantu karena mereka belum mempunyai denah dari laboratorium Bios itu. Sampai pada akhirnya Diana menemukan sebuah tangga darurat yang mengarah keatas, ini bisa menjadi peluang mereka untuk segera keluar dari laboratorium bawah tanah ini. Pada saat hendak memasuki tangga darurat, ada komandan yang mencegat Diana dan Nandar lalu menanyakan apa yang sedang mereka berdua lakukan. Diana beralasan bahwa lift utama sedang rusak dan harus menaiki tangga darurat untuk mengawal subjek eksperimen yang baru saja diantar ke laboratorium ini. Namun, sang komandan mengatakan bahwa tak ada daftar pengiriman subjek eksperimen baru kedalam laboratorium. Mengetahui Diana sedang berbohong, sang komandan menanyakan kembali pertanyaan semula yang ia tanyakan. Diana yang yang sedang berusaha mencari alasan dan jawaban untuk mengelak, tiba-tiba Nandar yang secara diam-diam pindah ke hadapan belakang, langsung memukul tengkuk sang komandan yang menyebabkannya jatuh tak sadarkan diri. Diana berterima kasih pada Nandar walau sedikit terkejut dengan improvisasi yang dilakukan. Nandar meminta Diana menyeret komandan yang sedang pingsan untuk disembunyikan di dalam tangga darurat.
Saat sedang menyeret sang komandan ke dalam tangga darurat, salah satu personil menangkap basah dari kejauhan Diana dan Nandar yang sedang menyeret komandan. Melihat itu, personil itu langsung mengarahkan senjatanya ke mereka berdua sambil berkata :
“Kalian ngapain itu!?” dengan keheranan melihat komandannya yang tak sadarkan diri sedang diseret-seret.
Merasa sudah ketahuan, Nandar dan Diana berhenti menyeret komandan itu, lalu segera kabur untuk menghindar personil yang sudah menangkap basah mereka. Personil itu mengabari personil pasukan khusus lainnya untuk segera menangkap mereka karena ia mencurigai kalau dua orang personil yang sedang menyeret komandan mereka merupakan seorang penyusup. Karena telah melihat satu personil menangkap basah apa yang mereka berdua lakukan, Diana dan Nandar segera memasuki tangga darurat lalu segera berlari menaiki tangga darurat untuk kabur. Sang personil itu melaporkan dua orang personil lainnya yang sedang menyeret sang komandan yang telah tidak sadarkan diri dan ia juga mencurigai kalau dua personil itu adalah penyusup yang sedang memata-matai proyek rahasia ini. Saat sudah sampai di lantai dasar bagian atas, Diana dan Nandar dicegat oleh sembilan orang pasukan yang siap untuk menangkap mereka. Mau tidak mau, Diana dan Nandar melancarkan serangan dengan menembak sembilan orang personil itu, sehingga baku tembak diantara mereka terjadi begitu sengit. Namun Diana dan Nandar berhasil mengalahkan mereka semua sehingga mereka bisa kabur meninggalkan tempat itu dengan mencuri sebuah truk pengangkut milik perusahaan Bios.
Sesampainya di Sarang, Reza dan Marco bertanya pada Diana dan Nandar apakah mereka berhasil mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Diana menjawab sepertinya mereka akan mendapatkan informasi dari Dr Indah yang merupakan orang dibalik akun drunknown,kemudian menunjukan sebuah hard drive external yang diberikan ilmuwan pembelot itu. Marco mengambil hard drive external itu untuk disambungkan ke komputer yang ada di Sarang. Mereka semua melihat banyak data-data tentang project extraordinary yang menampilkan manusia-manusia yang memiliki kekuatan super dan kondisi fisik diluar nalar, mereka berusaha mencari file subjek eksperimen yang sekiranya mempunyai kemampuan mengendalikan pikiran orang, mereka menelusuri satu-satu file yang menampilkan subjek-subjek eksperimen. Sampai pada akhirnya mereka menemukan sebuah file bernama “Lady Hypnos” berisi seorang wanita bergaun merah mampu yang melakukan mengendalikan pikiran orang lain di banyak video di file itu. Reza mengatakan sepertinya kita semua telah menemukan orang yang menjadi biang kerok selama ini. Marco menyarankan untuk memeriksa data-data yang menampilkan identitas mengenai subjek itu di file Lady Hypnos, sehingga ia mencari sebuah data berisi identitas pada file itu. Pada akhirnya, Marco menemukan nomor subjek yaitu “EGM-109” dan melihat identitas dibalik nomor subjek itu. Saat membuka identitas dibalik EGM-109, mereka semua terkejut dan tak menyangka mengetahui identitas dibalik nomor subjek itu.
Malam hari di Bios Tower, Dr Indah datang keruangan pemilik perusahaan Indra Hermawan karena sang pemilik perusahaan ingin berbicara pada kepala riset itu secara empat mata. Mereka membicarakan banyak hal mengenai perkembangan dari Project Extraordinary, Dr Indah menjawab proyek ini memang efektif dalam menaikan keuntungan perusahaan karena semakin banyaknya permintaan dari organisasi-organisasi masyarakat bahkan sampai ke kalangan pemerintahan. Namun di satu sisi, Dr Indah mengingatkan Indra akan betapa ilegal dan bahayanya proyek ini jika terbongkar ke publik. Indra setuju dengan apa yang dikatakan oleh Dr Indah lalu menunjukan rekaman dari kamera tersembunyi yang menampilkan ilmuwan itu menyerahkan sebuah hard drive external ke salah satu pasukan khusus di ruangannya, ia memberikan saran pada ilmuwan itu bahwa seharusnya jika ingin melakukan pengkhianatan ini, lakukanlah diluar Bios. Merasa sudah tertangkap dan tak bisa mengelak lagi, Dr Indah mengatakan :
“Kamu gabakal bisa menang, nak!” dengan nada merendahkan pemilik perusahaan itu.
Dr Indah juga mengatakan bahwa ia tak akan bisa dibungkam. Namun Indra mengatakan bahwa orang rendahan seperti ilmuwan itu bisa dengan mudah dibungkam, bahkan akan dibungkam selamanya.
Tak lama kemudian, sebuah peluru melesat dan masuk kedalam kepala Dr Indah yang menyebabkan ilmuwan itu tewas dihadapan pemilik perusahaan Bios. Sosok yang menembak itu adalah pria berambut panjang sebahu, menggunakan topeng setan bertanduk dengan mata berwarna kuning dan berjas merah.
Melihat itu, Indra menyambut sosok bertopeng setan itu yang ternyata sosok itu dikenal dengan nama “Sang Iblis”. Indra langsung melaporkan segalanya tentang Project Extraordinary, terutama pada salah satu subjeknya yang dinamai Lady Hypnos. Menurut Sang Iblis subjek Lady Hypnos atau biasa ia panggil Madam Merah memang efektif menjalankan rencana-rencananya karena kini pemerintah secara tidak langsung membungkam para vigilante karena banyak membongkar banyak kebusukan perusahaan-perusahaan yang berbuat kriminal. Indra mengutarakan kekhawatirannya soal dua penyusup berhasil menyamar di fasilitasnya di Karawang yang bisa saja mengungkap praktek ilegal yang sedang berlangsung. Sang Iblis mengatakan :
“Saya tau itu dan saya udah punya rencana untuk mereka.” sambil melihat pemandangan kota di gedung Bios Tower.

Comments (0)
See all