Setelah selesai menangani Diana, Zirah Elang yang murka dengan Sang Iblis juga Madam Merah menantang untuk bertarung dengannya secara jantan tanpa harus menjadikan orang lain bagai bidak yang dikendalikan. Sang Iblis dan Madam Merah menerima tantangan dari Zirah Elang sehingga terjadi pertarungan yang sengit diantara mereka bertiga, tampaknya vigilante elang itu terkejut dengan kemampuan bertarung kedua penjahat itu, ternyata keduanya memiliki kemampuan bertarung menanyamai sang Zirah Elang,
Nandar disitu juga ikut membantu keponakannya dengan bertarung juga melawan Madam Merah. Namun sayang, Zirah Elang dan Nandar berhasil dikalahkan dan membuat mereka berdua kewalahan karena kemampuan bertarung Sang Iblis dan Madam Merah yang licik dengan memanfaatkan penciptaan ilusi. Saat hendak menghabisi Zirah Elang dan Nandar yang sudah tidak mampu bertarung lagi, tiba-tiba Marco datang memukul kepala Sang Iblis menggunakan pemukul kasti dari belakang. Karena kesal, Sang Iblis menyerang Marco dengan serangan yang cukup intens, sehingga suami sekaligus partner kerja dari Diana itu kewalahan dibuatnya. Disaat masih belum sepenuhnya sadar, Diana melihat Sang Iblis menyerang Marco dengan cukup intens, sehingga membuatnya segera bergegas menolong suaminya itu, namun ia dihalangi dan harus bertarung terlebih dahulu melawan Madam Merah terlebih dahulu. Pertarungan antara mereka berdua terlihat tak berimbang, karena Diana bertarung dalam kondisi yang belum sepenuhnya sadar dan badannya dalam keadaan yang lemah juga Madam Merah memainkan pikirannya lagi. Namun, Diana berhasil melihat celah dan berhasil mengambil retractable sword nya lalu memenggal kepala Madam Merah yang membuat wanita pengendali pikiran itu langsung tewas terpenggal.
Karena sudah selesai dengan Madam Merah, Diana membantu Marco melawan Sang Iblis sehingga terjadi pertarungan antara pasutri melawan orang bertopeng iblis itu. Tak disangka, setelan jas Sang Iblis memiliki bahan yang tahan dengan logam Syranium, ini terbukti ketika Diana hendak menebas tubuh orang bertopeng iblis itu, tak merusak sama sekali baju dan malah mengeluarkan percikan api akibat tebasan pedang, hal inilah yang membuat Diana dan Marco menjadi susah mengalahkan orang bertopeng iblis itu, walau sudah melihat titik lemah yang tak terlindungi pakaian karena kemampuan bertarung Sang Iblis sangat hebat. Pada akhirnya, Sang Iblis berhasil membuat Diana dan Marco kewalahan dan berhasil membuat salah satunya tak sadarkan diri. Saat hendak membunuh Diana yang sudah dalam keadaan tidak bisa bertarung, tiba-tiba Fitri yang telah bangkit, menembak Sang Iblis menggunakan sebuah shotgun di bagian bahu, walau pakaian orang bertopeng iblis itu terbuat dari bahan tahan peluru dan sayatan logam, tetapi tak mampu meredam hantaman kencang dari tembakan dari shotgun, sehingga menyebabkan Sang Iblis terpental. Momen ini, Diana manfaatkan untuk bangkit dan melawan balik Sang Iblis dengan mengabaikan rasa lemah akibat serangan-serangan dalam pertarungannya dengan orang bertopeng iblis itu. Diana menyerang dan menggempur habis-habisan hingga Sang Iblis tak berdaya dibuatnya, serangannya begitu brutal seolah ada kemarahan dalam dirinya, bahkan setiap mengeluarkan serangan ia berteriak sekeras mungkin. Saat Sang Iblis sudah duduk dalam keadaan tak bisa bertarung, Diana membuka topeng dan rambut palsu Sang Iblis dan hendak mengayunkan retractable sword nya untuk memenggal kepala lawannya itu. Namun sebelum benar-benar mengayunkan pedangnya itu, Arya memberi sebuah pesan dan peringatan :
“Tebas aja leher ini, tapi jangan salahkan kalau sesuatu yang berbahaya datang” dengan tertawa mengejek.
Diana sempat ragu dengan pilihannya memenggal kepala Arya, namun karena terus diejek dan di hasut, membuat pada akhirnya Diana menebas leher Arya yang membuat kepalanya tepisah dari badannya agar Arya berhenti memanipulasi pikirannya.
Disaat-saat kepala Arya sudah jatuh ke lantai, tiba-tiba Diana merenungkan perkataan Arya mengenai sesuatu berbahaya akan datang yang entah apa itu, ia menyesal telah memenggal kepala Arya yang padahal bisa saja jika membiarkan Arya hidup terlebih dahulu, bisa mendapatkan banyak informasi terkait bahaya macam apa yang akan datang dan menunjukan kepada semua orang bahwa Presiden adalah dalang dibalik semua kekacauan selama ini. Namun Fitri memberikan sebuah sebuah solusi pada Diana yang setidaknya bisa menjadi bukti untuk ditunjukan pada publik.
Ditengah berbagai kegiatan-kegiatan masyarakat diluar sana, tiba-tiba masuk peringatan darurat dari negara yang disiarkan di berbagai macam media, dari mulai Tv, smartphone, komputer, laptop dan perangkat-perangkat penyampai informasi lainnya. Pada video itu, Kesatria memperkenalkan dirinya sebagai seorang penegak hukum yang tak terikat dengan instansi manapun layaknya para vigilante diluar sana. Selanjutnya, Kesatria akan mengungkapkan sesuatu hal yang akan membuat rakyat tak menyangka dibuatnya, ia menunjukan kepala manusia yang dibalut rambut palsu dan topeng iblis dalam kondisi tanpa tubuh, ia membuka topeng dan rambut palsu itu sehingga tampak wajah sang presiden yaitu Arya Gunawan. Sontak, kejadian itu membuat sebagian besar rakyat yang menyaksikannya dibuat kaget. Kesatria mengungkapkan bahwa Arya Gunawan adalah orang dibalik Sang Iblis dan juga dalang kekacauan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, ia juga mengungkapkan kejahatan-kejahatan yang telah ia dapatkan dari Marco yang telah berhasil meretas segala bukti-bukti kejahatan presiden yang telah merugikan banyak orang. Diakhir pesan pada video itu, Kesatria menyampaikan sebuah pesan :
“Jika mereka tidak mau memperjuangkan keadilan untuk kita, perjuangkanlah keadilan dengan cara kalian sendiri” kemudian video itu berakhir.
Zirah Elang, Dr Fay, Nandar juga Marco suaminya yang ada disitu mengingatkan Kesatria akan resiko dimana akan sangat susah untuk kembali ke sediakala dimana setidaknya para vigilante masih dibiarkan berkeliaran di publik. Kesatria mengakui bahwa ini adalah salahnya tidak membiarkan Sang Iblis juga Madam Merah hidup dan mengakui seluruh tindakan mereka berdua, namun kini semuanya telah terlambat, ia hanya berusaha melakukan yang hal yang bisa dilakukan. Karena kejadian ini, sangat amat mungkin mereka berenam menjadi buronan karena mereka tak sempat menangkap beberapa anak buah Sang Iblis yang berhasil kabur dari kalangan pejabat sampai tokoh masyarakat karena mereka disibukan melawan anak buah Sang Iblis lainnya. Kini, Kesatria, Zirah Elang, Marco, Fitri, Nandar dan Dr Fay harus hidup dalam bayangan entah sampai kapan.
Sementara itu, akibat video dari Kesatria yang mengungkap semua kejahatan presiden, situasi di luar istana Sang Iblis semakin menjadi kacau. Sebagian besar rakyat termasuk para vigilante melakukan aksi di berbagai titik terutama di kantor-kantor pemerintahan, bahkan sebagian dari mereka ada yang berhasil menduduki kantor pemerintahan. Karena sudah dinilai membahayakan, para aparat penegak hukum, diperintahkan oleh pusat untuk menembaki para demonstran karena dinilai sebagai vigilante yang akan membuat kerusuhan, kekacauan dan kerusakan. Para demonstran yang berani, pada akhirnya dengan nekat melawan para aparat sehingga terjadi pertarungan diantara mereka.
Selain itu, para anak buah Sang Iblis yang tersebar di pemerintahan dan media, memberikan informasi mengenai orang dibalik sosok dibalik Kesatria dan juga Zirah Elang yang diposisikan sebagai penjahat yang ingin menghancurkan negara. Tak hanya mereka berdua, Marco, Fitri, Nandar dan Dr Fay juga ikut menjadi buronan karena membantu Kesatria dan Zirah Elang. Sungguh keadaan yang sangat tak karuan untuk mereka.

Comments (0)
See all