Dua bulan berselang, kini mereka menjadi seorang buronan, Diana dan Marco berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini memang sangat tidak nyaman bagi mereka, namun mereka tak punya pilihan lain selain pindah-pindah tempat jika mereka sudah mulai ketahuan. Disaat-saat seperti ini, Diana secara terpaksa tidak menjadi Kesatria sampai waktu yang entah kapan ia akan memulainya lagi, namun ia masih selalu membawa kostum tempur Kesatria menggunakan tas gym kemanapun ia pergi untuk berjaga-jaga.
Saat itu, pada waktu dini hari pukul 02.00, Diana dan Marco yang sedang berkemas karena merasa ada warga yang mulai mencurigai dan akan melaporkan mereka. Ditengah berkemas, mereka mendengar pintu gubuk mereka telah di dobrak oleh beberapa orang yang tampaknya merupakan skuad kepolisian. Mengetahui hal itu, Diana dan Marco berencana untuk bersembunyi untuk nantinya menyerang skuad kepolisian itu secara tiba-tiba di kegelapan. Saat melihat celah untuk menyerang, mereka berdua dikejutkan dengan kemunculan Zirah Elang juga vigilante pemanah dalam keadaan mata tertutup, vigilante berkostum jaket dengan topeng serangga dan vigilante memakai jaket olahraga dengan goggles berwarna kuning, menyerang beberapa skuad kepolisian yang telah memasuki gubuk.
Dengan kerjasama tim, Zirah Elang beserta tiga orang vigilante itu mampu melumpuhkan skuad kepolisian itu. Melihat keadaan sudah aman, Diana dan Marco menghampiri Zirah Elang juga tiga vigilante yang tidak mereka ketahui, Diana berterima kasih pada vigilante elang itu karena telah menyelamatkan ia dan suaminya. Zirah Elang yang merasa bersalah karena tak membantu Diana juga Marco selama dua bulan akibat juga menjadi buron, menawarkan sebuah tempat tinggal dan bergabung dengan tim vigilante nya ini dengan tujuan memperbaiki keadaan diluar bersama.

Comments (0)
See all