Aku tak mengetahui siapa orang tuaku, aku hanya memiliki memori selimut putih ibuku sewaktu aku masih bayi, hanya itu saja. Sampai aku menyaksikan kalau aku diserahkan oleh seorang Kesatria Berzirah yang tinggal di stasiun udaranya.
Aku tidak sepenuhnya dibesarkan oleh sang Kesatria Berzirah itu, namun aku dibesarkan oleh sebuah robot humanoid bernama D-0 yang sudah kuanggap sebagai ayahku sendiri, ayahku juga memberikanku sebuah nama yaitu "Elizabeth" atau terkadang ia juga suka memanggilku "Eliza". Dari ayahku ini, aku belajar banyak mengenai ilmu-ilmu medis dan keperawatan yang sebenarnya ia adalah robot dokter dan juga di program oleh Kesatria Berzirah itu untuk menjadikanku sebagai seorang perawatpendampingnya. Berbeda dengan sang Kesatria Berzirah yang sering menyiksaku jika aku melakukan kesalahan walaupun kesalahan kecil atau ketika aku berada di saat yang tidak tepat, aku sering dipukul secara membabi buta, dicekik hingga aku hampir mati, dikunci berjam-jam di sebuah ruangan kosong dan juga hukuman ditempelkan besi panas dipunggungku dalam keadaan aku terikat. Saat-saat itu aku hanya bisa menangis dan membayangkan betapa mengenaskan hidupku.
Aku pernah ingin menghabisi Kesatria Berzirah itu dengan merencanakan pembunuhan padanya, namun entah mengapa ia selalu bisa mengalahkanku baik dari segi fisik maupun mental, sehingga aku dibuat seolah tak berdaya olehnya. Namun, ayah yang selalu menenangkan, menguatkan dan menghiburku. Ayah juga yang mencegahku ketika aku hendak melakukan tindakan bunuh diri karena kehidupan bak seperti neraka, ayah mengatakan bahwa tak bisa membayangkan hidup sendiri dan akan sangat sedih jika kehilangan seseorang yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya sendiri, suatu hal yang sebenarnya mustahil terucap oleh sebuah mesin. Ayah juga mengatakan kalau tak baik membalas kejahatan dengan kejahatan, karena itu mengakibatkan kita menjadi tak jauh lebih jahat juga.
Kini usiaku sudah 18 tahun, aku berharap aku mendapatkan sesuatu yang belum pernah kudapatkan sejak aku kecil. Aku merasa dilahirkan untuk menjadi budak seumur hidupku.

Comments (0)
See all