“Ayah sama ibu mau kemana?”, dengan polosnya.
Sang ayah dan ibu yang berusaha menyimpan rasa takut dan khawatirnya menjawab bahwa mereka bertiga akan berpetualang untuk mencari harta karun seperti yang diinginkan oleh sang anak sejak lama. Sang anak pun senang bukan main dan bergegas untuk bersiap-siap mengganti pakaian nya.
Saat mereka bertiga sudah siap, mereka meninggalkan rumah kecil mereka dengan perasaan yang berbeda-beda, sang ayah dan ibu pergi dengan sangat amat waspada, sementara sang anak pergi dengan perasaan yang sangat gembira karena tak sabar ingin mendapatkan harta karun yang sudah ia impikan sejak lama. Mereka bertiga menaiki angkutan umum berupa sebuah taksi online untuk menuju suatu tempat yang jauh yang akan mereka tuju.
Mereka berpikir bahwa menaiki angkutan umum cukup aman jikalau mereka sedang diikuti, namun ternyata itu semua tidak benar, terdapat satu mobil sport mencurigakan mengintai dan mengikuti mereka. Melihat itu sang ayah berusaha tetap tenang dan menunggu sampai tujuan nya. Saat sudah sampai tujuan, mereka berhenti di daerah yang ramai sehingga mobil itu terpaksa tidak mengikuti mereka lagi. Pada awalnya, mereka masih berjalan ditempat yang ramai, sehingga sang ayah dan ibu masih merasa aman. Namun kini, area ramai telah berlalu dan mereka harus melewati jalanan yang sepi. Sang Ayah dan Ibu mulai berjaga-jaga seolah akan ada sesuatu atau seseorang yang berbahaya datang pada mereka. Melihat ayah dan ibunya terus bersiaga dan khawatir secara berlebihan, sang anak menanyanyakan mengapa ayah dan ibunya itu terlihat panik sekali. Sang ayah berusaha menenangkan sang anak dengan mengatakan bahwa ia hanya bingung dengan jalan yang diperintahkan di peta untuk mencari harta karun yang sedang mereka incar. Sang anak berusaha menyemangati ayahnya dan bersedia membantu ayahnya mencari harta karun, sang ibu memberi tahu bahwa harta karun akan ditemukan jika sang anak tidak berisik, sang ibu juga mengatakan jika berisik, harta karun bisa lari dari mereka dan susah untuk ditemukan lagi. Dengan polosnya, sang anak menuruti apa kata kedua orang tuanya itu demi bisa mendapatkan harta karun yang ia incar.
Tak lama setelah itu ada suara seorang wanita dari belakang yang berkata :
“Harta karun mu disini, sayang.”, pada sang anak.
Mereka bertiga pun menoleh kebelakang dan terlihat sosok seorang wanita anggun mengenakan pakaian gaun serba merah dan sebuah mask merah yang menutupi mulutnya. Melihat itu sang ayah langsung bergegas membawa lari anak dan istrinya itu karena tak ingin wanita itu membahayakan keluarganya itu. Saat sedang berlari menyusuri jalanan, sang ayah merasa kembali ke tempat yang sama dan bertemu dengan wanita bergaun merah itu lagi. Tak menyerah sang ayah berusaha kembali membawa lari anak dan istrinya dari wanita tersebut, namun mereka tetap kembali ke tempat yang sama dan bertemu wanita itu lagi. Sang ayah merasa kebingungan mengapa hal aneh ini bisa terjadi, yang ternyata itu semua adalah permainan pikiran dari sang wanita bergaun merah itu dan sang ayah sebenarnya hanya diam ditempat saja. Tak menunggu lama dan tak diduga-duga, sang ayah menyerang istrinya hingga tewas lalu sang ayah menggorok lehernya sendiri menggunakan pisau yang diberikan oleh sang wanita bergaun merah.
Sang anak yang menyaksikan semua itu, terdiam seolah tak menyangka bahwa kedua orang tuanya tewas secara mengenaskan secara langsung dihadapan nya. Sang wanita bergaun merah itupun menghampiri sang anak dan memberikan sebuah koin emas lalu berkata :
“Simpanlah, ini adalah harta karun mu.”, kemudian meninggalkan anak tersebut.
Sang anak itu hanya terdiam menatap koin emas seakan tak menyangka bahwa ia baru bisa mendapatkan harta karun ketika terjadi sebuah pengorbanan di hadapan nya.

Comments (0)
See all